AIRULICA

AIRULICA

  • WpView
    Reads 297
  • WpVote
    Votes 66
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 29, 2023
WpInfo
Fiction
Fantasy
Terlalu banyak yang dirahasiakan oleh dunia, dan terlalu sedikit yang dapat kita pecahkan. Terlalu banyak yang pemandangan yang ada di dunia ini, sehingga kita sulit untuk melihatnya. Terlalu banyak jenis orang di dunia ini, sampai kita tak tahu cara memilah mereka. Ada banyak hal terpuji di dunia ini, diseimbangkan juga dengan hal yang buruk. Mereka memiliki rahasia masing-masing. Mengubur rahasia itu dalam-dalam, namun waktu ingin menunjukkan banyak tempat di dunia ini di mana rahasia mereka di terima dengan baik bahkan di puja. Takdir mempertemukan mereka dengan lihai, dengan cara-cara tak terduga, kebetulan ataupun direncanakan. Langkah demi langkah menuntun mereka untuk mulai percaya, pada orang-orang disekeliling mereka, pada dunia yang mulai menunjukkan hal-hal membingungkan. Pertemuan dan kepergian, akankah hal itu dapat membuat mereka terpecah? Tapi hal-hal di dunia ini memang selayaknya datang dan pergi seiring waktu. Dunia, waktu, takdir, mereka hanyalah hal-hal yang membingungkan, sulit ditebak, tapi saling berkaitan. Tapi bukankah langkah demi langkah itu hanya mereka yang dapat memilih dan membuat?
All Rights Reserved
#924
rekomendasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eliinaa
  • Let Me Love You Longer
  • Leader Girl (END)
  • FIZYA
  • -Riska For Raina👑-
  • 𝐒𝐞𝐫𝐩𝐢𝐡𝐚𝐧 𝐀𝐬𝐭𝐚𝐦𝐚𝐥𝐚│〚𝐓𝐀𝐌𝐀𝐓〛
  • Nayara [ TERBIT ]
  • [END] Blind Rainbow
  • LOST MY BREATH (ON GOING)
  • "Biarlah: Sebuah Kisah Tentang Sunyi dan Luka"
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

More details
WpActionLinkContent Guidelines