Azada

Azada

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 8, 2022
Hidup ini butuh keadilan. Dia hanya butuh keadilan itu, melewati masa sulit itu sendirian sangat tidak mudah baginya. Bertahan tanpa adanya penopang, takdir seolah mempermainkannya, seperti badai yang porak porandakan kehidupannya, mungkin itu sulit untuk dilaluinya. Bahagia itu apakah masih berpihak kepadanya?Dia berharap keajaiban tuhan yang selalu dinantinya. Takdir Tuhan yang menuntun mereka untuk bertemu entah akan bersatu atau hanya sekedar singgah sementara. "Dunia ini adil jika kamu bisa bersyukur, jangan menganggap dunia ini tidak berpihak kepadamu, tuhan tau cara bahagiamu, kamu hanya perlu mencarinya"- Azada
All Rights Reserved
#903
terluka
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Juan [REVISI]
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • My Bad Girl (Freenbecky)
  • LUKA!
  • Rumah Tanpa Jendela (HIATUS)
  • She, ADARA QIANA
  • Risalah Hati (ZeeSha) [END]
  • AKSARA LARA(END)
  • Bercerita dalam Hampa
  • Papah Yang Hebat

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines