Painful Paper

Painful Paper

  • WpView
    Reads 261
  • WpVote
    Votes 234
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 13, 2022
Seorang gadis muda harus mengalami hal sangat tidak terduga karna sesuatu hal yang tidak tersengaja Saat dia berkunjung ke rumah kakek neneknya dia di kejutkan dengan kabar yang membuatnya sedih dan juga bahagia.. Bulan selanjutnya dia menerima surat yang menyakitkan dan membuat seseorang itu depresi.. Andira hampir melakukan hal nekat karna sesuatu terjadi terhadap dirinya..
All Rights Reserved
#365
leo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • coward
  • perjalanan semesta
  • MENTARI SENJA DI TANAH AMBON
  • The alone dark versi
  • DIMENSI WAKTU
  • TIME TO LEAVE [TAMAT] ✔️
  • ANXIETY DISORDER
  • LENTERA
  • Perempuan Kedua
  • PLOT TWIST
coward

Kembaran Anjani mengatakan, Anjani hanyalah gadis picik yang merebut orang-orang tersayang dari sisinya. Ketiga kakak laki-laki Anjani mengatakan hal serupa. Mereka bilang, Anjani tidak lebih dari gadis pengemis perhatian dalam keluarga. Padahal, mereka tidak pernah tau bagaimana Anjani menghabiskan hari-harinya penuh rasa sakit. Papa dan Mama yang disangka selalu berada di pihak Anjani tidak pernah benar-benar menyayanginya. Papa dan Mama hanya ingin satu hal, keduanya ingin Anjani memiliki nilai sempurna. Lantas, apa jadinya jika Anjani jatuh hati pada Jenggala, laki-laki yang berstatus sebagai sahabat dari kembarannya? Bagaimana jadinya jika laki-laki yang ia sayang, laki-laki yang diharapkan mengerti dirinya, selalu berlari untuk membela sang kembaran terlebih dahulu dibanding dirinya? "Lo tau Jan, gue mau jadi pacar lo cuma demi Aruna. Gue harap lo sadar posisi dan ngerti kalau gue nggak akan pernah beneran sayang sama lo." ••• "Gue nggak pernah minta hidup kayak gini. Gue cuma mau tidur, gue capek belajar. Gue capek nanggung beban ekspektasi Mama sama Papa, Kak."

More details
WpActionLinkContent Guidelines