SACRIFICE: Love and Time

SACRIFICE: Love and Time

  • WpView
    Membaca 5
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Mei 29, 2022
Merelakan setengah umur diambil oleh jin agar kaya raya dan bisa bahagia? kenapa tidak? toh hidup ini juga sangat memuakkan. Aku takkan mau berlama-lama di dunia ini. Lebih baik di neraka. Iya kan? Jika kamu setuju sama Aku, ayo baca cerita ku yang menyedihkan sekaligus menyebalkan ini! UPDATE SETIAP HARI SABTU & MINGGU
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#118
tumbal
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Memories in Moon
  • Tentang Waktu (End)
  • REGATHAN [END]
  • Javas Drexzer [END]
  • Forever Alone (Sudah Terbit)
  • Self Injury's(complete)✔
  • Rainie ( END )
  • "Sebenarnya Apa Yang Kau Harapkan Dari Takdir?"  [END]
  • AQISH BELLA
  • Sang Penguasa

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan