On the Monday

On the Monday

  • WpView
    Reads 1,785
  • WpVote
    Votes 197
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 18, 2022
SW//Cerita ini hanya fiktif. Fantasi belaka ••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••• Ketika itu, di hari Senin itu, Kaluna Olivia diujikan dengan permohonan izin atas pernikahan ibunya dengan ayah dari lelaki yang sedang dekat dengannya. Di hari Senin yang lain terjadi pertemuan dan pertunangan antara Kaluna Olivia dengan Dylan Arsenio. "Seperti takdir, Senin selalu melekat kepada kita." Ujar Kaluna. Dylan mendongak dan tersenyum. Ia memeluk pinggang Kaluna seraya berujar, "Di hari Senin, kita bertemu, menikah, dan berbahagia. Di hari itu juga, aku menemani Kaluna yang mulai menata hati." Kaluna tersenyum. Sungguh, dia menyayangi lelaki yang sedang memeluk pinggangnya ini. "Benar, terima kasih untuk selalu ada, Dylan." •••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
All Rights Reserved
#21
beautiful
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BECAUSE NOONA
  • It's Always Been You✔️
  • Secret Candy
  • DIJODOHIN?!
  • The End (Bluesy 💙) END! ✔️
  • PERGI TANPA PILIHAN
  • 7 anak indigo
  • Dear Rayna (Revisi)
  • Sadewa (END)

"Noona mau apa?" "Kumohon jangan mendekat!" Tanya Ji-Sung pria itu mulai kelihatan panik dengan apa yang terjadi saat ini. "Temani aku tidur, aku terbiasa tidur dengan memeluk seseorang dulu baru aku bisa tidur!" Ucap Karina, ucapan Karina membuat sistem kerja otaknya kembali tak berfungsi dengan baik hingga ia tak bisa berfikir tentang mana yang baik dan tidak baik, mengingat begitu banyak yang ia pikirkan saat ini. "Noona, apa kau tau bahwa semua ini adalah salahmu!" "Kalau saja kau tidak mabuk, semuanya pasti akan baik² saja!" Ji-Sung menarik kembali tangannya dan meluapkan marahnya pada Karina,pria itu mulai berdiri dan kedua matanya memerah menahan emosi. Ji-Sung menatap tajam Karina, sementara gadis itu hanya menatapnya polos membuat tingkat frustasi jisung semakin memuncak, dengan lemas ia kembali duduk disofa dan menyembunyikan wajahnya dengan kedua tangannya, dalam hidupnya ini pertama kalinya ia marah seperti ini, Karina benar-benar membuat emosinya meledak. Ia bahkan merasa sedikit bersalah karena sudah berteriak didepan Karina, gadis yang lebih tua 2 tahun darinya, harusnya ia tak membentak gadis itu namun itu tadi diluar kendalinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines