MARVELEO

MARVELEO

  • WpView
    Reads 37
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 29, 2022
" Lo gapapa? Ada yang luka?" Ucap Aireen "Hah tangan Lo, Leo! Berdarah!" Ucap Aireen ingin mengambil tangan Marveleo namun Marveleo malah menatapnya datar , seperti ingin marah namun ia tahan "Gimana Gue mau berubah, kalo Lo aja terus dalem bahaya gini" ucap Marveleo sambil membenamkan kepalanya di pundak Aireen Aireen hanya berdiri tegap dengan perasaan campur aduk, ia tak mau jatuh cinta dengan Marveleo.Karena kalau ia jatuh cinta dengan ciptaan tuhan yang satu ini , ia akan jatuh di palung yang paling dalam dan ia takut kalau dirinya akan serakah Sedangkan Marveleo sudah jatuh dengan ciptaan tuhan yang satu ini bahkan ke dasar yang paling dalam, namun ia tak akan bilang.Alasanya ia akan menganggap remeh Aireen kalau sudah menjadi miliknya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AURORA
  • Because I'm Stupid (End)
  • DAVEN'S PROMISE
  • Reynand
  • semua punya luka
  • I AM YOU [NEW VERSION]
  • SATU HATI SERIBU KASIH
  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • F A K E ? [End]
AURORA

-seri kedua- [FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] Aurora yang kerap disapa Ara oleh orang sekitarnya, anak pertama dari tiga bersaudara kembar. Dari pasangan orang tua Afga dan Bulan. Kalo belum kenal dia dengan dekat, kalian akan beranggapan jika dia itu sombong, karena tatapan matanya yang selalu terlihat sinis padahal sebenarnya tidak. Cuma sudah keturunan langsung dari kedua orang tuanya. Kisah ini dimulai dari dia mulai menginjak usia 5 tahun, semuanya berjalan lancar dan mulus seperti kisah yang akan segera ending. Hingga... Suatu kejadian yang menyebabkan dirinya harus kehilangan salah satu sahabat kecilnya, kejadian ini terjadi saat Ara berusia sekitar 14 tahun dimana saat itu dia baru menginjak bangku terakhirnya di SMP. Ara yang awalnya hanya hidup dengan dipenuhi kebosanan dan kesenangan dengan bermain main dengan para pebisnis licik, hingga penjahat kelas kakap. Berganti haluan untuk menangkap dalang 'pelaku'. Dia berjanji tidak akan pernah melepaskan para pelaku kejahatan sahabat kecilnya itu dapat menghirup oksigen dengan tenang. Disinilah semuanya dimulai, teka teki bermunculan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines