We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
MARVELEO

MARVELEO

  • WpView
    Reads 37
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 29, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
" Lo gapapa? Ada yang luka?" Ucap Aireen "Hah tangan Lo, Leo! Berdarah!" Ucap Aireen ingin mengambil tangan Marveleo namun Marveleo malah menatapnya datar , seperti ingin marah namun ia tahan "Gimana Gue mau berubah, kalo Lo aja terus dalem bahaya gini" ucap Marveleo sambil membenamkan kepalanya di pundak Aireen Aireen hanya berdiri tegap dengan perasaan campur aduk, ia tak mau jatuh cinta dengan Marveleo.Karena kalau ia jatuh cinta dengan ciptaan tuhan yang satu ini , ia akan jatuh di palung yang paling dalam dan ia takut kalau dirinya akan serakah Sedangkan Marveleo sudah jatuh dengan ciptaan tuhan yang satu ini bahkan ke dasar yang paling dalam, namun ia tak akan bilang.Alasanya ia akan menganggap remeh Aireen kalau sudah menjadi miliknya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • A GA TA || Lee Jeno [COMPLETED]
  • Coldgirl And Badboy [Completed]
  • Most Wanted Boy In The School (Arjuna Story)✅END √√√
  • Reynand
  • DAVEN'S PROMISE
  • SATU HATI SERIBU KASIH
  • ALYA (END)

"Kenapa sih lo gak mau pacaran?" tanya Rama. "Buat gue, pacaran itu gak jelas dasarnya. Karena hanya di dasari sebuah perasaan. Sedangkan yang namanya perasaan kan dinamis, berubah-ubah. Gak pasti, gak jelas, gak signifikan." jawab Rose dengan santai. "Lo harus coba buka hati. Lo harus coba pake perasaan, dengan begitu lo akan ngerti kalau perasaan itu gak sesempit yang lo kira dan gak sedangkal teori yang lo cetuskan." "Caranya?" "Pacaran sama gue." *** Rose yang selalu menggunakan logika di banding perasaan karena ada trauma mendalam yang berkepanjangan. Sedangkan Rama selalu saja berusaha mengulik luka tersebut. Rose berusaha agar tidak ada yang mengetahui luka tersebut, termasuk Rama. Namun, Rama tak pernah kehabisan cara untuk meruntuhkan pertahanan tersebut. *** "Nama lo bagus, sama kayak artinya, mawar. Indah, tapi gak semua orang bisa mendapatkannya. Tapi gue yakin, gue bisa dapetin lo. Selayaknya bunga mawar, lo punya duri buat ngelindungin diri. Jadi gak sembarangan tangan bisa ngedapetin lo. Kalau ada yang nekat, paling tangannya luka kena duri. Tapi gue bisa jamin, gue adalah orang yang pantes buat dapetin lo. Walau harus terluka." -Rama Prananta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines