Menerima Dirimu Sebagaimana Mestinya by Amanda Chrysilla Annisa

Menerima Dirimu Sebagaimana Mestinya by Amanda Chrysilla Annisa

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 29, 2022
Dear, Kamu Yang Sangat Berharga "Buku ini spesial untuk kamu. Terima kasih telah lahir ke dunia" BLuRB: Siapa yang akan menerimamu lebih baik daripada dirimu sendiri? Apakah semua orang bisa menerima dirimu apa adanya? Tidak, belum tentu. Lalu, kenapa kamu tidak mengapresiasi dirimu yang selama ini selalu berusaha dan berjuang menerima dirimu dalam situasi apa pun? Kenapa kamu sebenci itu kepada dirimu? Di saat yang kamu miliki hanyalah dirimu, di saat semua orang meninggalkanmu dan hanya dirimulah yang tertinggal seorang diri. Aku melihat ke sekeliling. Tidak ada satu pun yang bersedia, menerima kekurangan-kekurangan diriku sebaik aku melakukannya selama ini. Buku ini berisikan poin-poin yang bisa kamu hubungkan dengan kehidupan yang sedang kamu jalani sekarang. Manakah dari poin-poin itu yang paling terhubung denganmu? Selamat Membaca
All Rights Reserved
#35
loveyourself
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menulis untuk Diri Sendiri
  • Self Injury's(complete)✔
  • Ad Meliora || END✓
  • Breathe
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • SEANDAINYA SEMUA ORANG PERGI MENINGGALKANMU [LENGKAP] ✔
  • Aku (hampir) Menyerah ✔️ | END
  • DARKEST SECRETS
  • "Sebenarnya Apa Yang Kau Harapkan Dari Takdir?"  [END]

Seberapa besar harapmu dalam ambisi yang begitu menggebu. Menempuh perjalanan bahagia dan luka, terbuai janji dan termakan waktu. Harap ku, semoga dirimu tidak pernah membenci siapapun dan tidak pernah menyalahkan keadaan dan begitupun tidak pernah membenci dirimu sendiri dan semoga selalu dalam kasih sayang Tuhan. Tulisan ini saya dedikasikan untuk diri saya sendiri. Belajar mengenal lebih dekat dengan diri sendiri, mencintai tanpa batas, saling menghargai dan mendengarkan tanpa harus menuntut segala situasi dan kondisi yang ada saat ini. Terimakasih Tuhan dan terimakasih untuk diri saya sendiri, semoga semesta berpihak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines