Pikiran Yang Terjerat

Pikiran Yang Terjerat

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 28, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Tinta yang tertulis tak dapat lagi dihapus, Ukiran yang terpahat tak dapat lagi diuabah dan begitupun dengan pikiran manusia yang sudah mempercayai sesuatu tak bisa membedakan salah dan benar. Walaupun air mata kepedihan jatuh tak akan dipedulikannya, seperti pisau yang tertancap pada tubuh seseorang dari lagit tak akan bisa dicabut selamanya, terlalu dalam, terlalu kuat, tersangkut di inti jantungnya. Tapi dengan kegigihan pisau itu akan tertarik juga sembari membebaskan jiwanya. Pikiran sakit yang sudah terlanjur dalam tak akan pernah sembuh atau disembuhkan, dan karena itu pikiran itulah yang menjadi hal paling baik dan disisi lain adalah yang paling buruk.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MY HOPE IS YOU (END)
  • Yang Tak Terucap...
  • ZERGAN
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Mati Rasa - Completed✓
  • P A N D O R A
  • ASKARA LANGIT BIRU
  • MATI RASA
  • Narasi patah hati
  • Encore

Dia periang tapi tidak senang, dia gembira tapi juga penuh luka. Hanya berbagi kisah bahagia tanpa kesedihan. Menceritakan kasih sayang yang penuh damba. Munafik? menutup kesedihan dengan kebahagiaan? Menunjukkan "Aku kuat aku bisa, ya aku mampu!. Apa jadinya bila semua itu terjadi pada perempuan yang mendiskripsikan dirinya sendiri seperti paragfraf diatas? Dia tidak terlihat bergoyang ketika bagian patahan kayu yang kokoh itu menggores tubuhnya. Masih berdiri tegak menantang siapa lagi yang akan menenggelamkan dia dalam badai ini. Kisah yang akan di bagikan menceritakan tentang bagaimana hidupnya mulai berjalan seiring waktu yang memaikan perasaannya. Rupanya dia tidak sekuat yang dibayangkan. Goresan patahan itu ternyata meninggalkan bekas yang tidak terlihat namun dapat dirasakan. Mulai mencari penompang mencari siapa yang bisa menyanggah tubuhnya berdiri tegak kembali. Siapa seseorang itu yang bisa menyembuhkan lukanya yang ternyata kian melebar. terlalu lama ia pendam sendiri sampai tidak sadar dirinya sudah mulai rapuh dan terkikis. "Kamu? ia kamu, tolong bawa dia kembali rangkul dia sekuat mungkin, lettakan tanganmu didadanya seraya berkata " semua akan baik-baik saja".

More details
WpActionLinkContent Guidelines