We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Neverending Journey

Neverending Journey

  • WpView
    Reads 1,218
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 39
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 20, 2024
WpInfo
Poetry
Melalui apa yang akan kusampaikan nanti, aku hanya ingin memelukmu, berbisik sangat pelan dan memberi tahumu bahwa langkahmu sudah jauh. Bahwa di setiap jalan yang sebelumnya dilewati, ada banyak batu yang menjadi saksi kuatmu, masih ada aku... walau mungkin kita tak pernah bertemu. Naskah ini aku tulis ditengah pelarian. Kadang pada tengah hari saat matahari sedang panas-panasnya, kadang ketika langit sudah sekelam bubuk sekam. Mungkin nanti, kalian menemukan cermin ditengah tulisan ini. Kalian akan menemukan refleksi diri kalian yang sedang sendirian, yang hancur, yang kesepian, tapi masih bertahan hingga sekarang. Dan dari naskah ini, aku ingin kalian tahu bahwa tidak masalah untuk menjadi tidak baik-baik saja. Tidak ada yang salah dalam diri kalian. Tidak apa-apa... kalian tidak sendirian. Tertanda, aku. Pssttt... If I told you this was a true story, would you believe it?
All Rights Reserved
#288
lia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sampai Sini [End]
  • Singularity
  • [✔] Partner Toxic | NoMin
  • Perfect Assistant
  • Cinta Berbalut Puisi
  • Spring Day
  • My Junior My Love ✔️
  • All OF THAT TAKES TIME
  • Broken melodies

𝘼𝙠𝙪 𝙧𝙚𝙡𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙪𝙣𝙜𝙜𝙪 𝙨𝙚𝙗𝙚𝙧𝙖𝙥𝙖 𝙡𝙖𝙢𝙖 𝙥𝙪𝙣 𝙬𝙖𝙠𝙩𝙪𝙣𝙮𝙖, 𝙙𝙚𝙢𝙞 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙚𝙡𝙖𝙧𝙖𝙨𝙠𝙖𝙣 𝙡𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙝 𝙠𝙖𝙠𝙞 𝙠𝙞𝙩𝙖 𝙥𝙖𝙙𝙖 𝙩𝙧𝙤𝙩𝙤𝙖𝙧-Naya Kalau di pikir-pikir lagi, banyak kenangan yang tidak tahu harus di simpan di mana. Seperti, aku harus apa ketika kenangan itu terputar jelas dalam ingatan? "Aku menyukainya sendirian, mencintainya sendirian, bahagianya sendirian, cemburunya sendirian, sedihnya sendirian dan mengakhirinya sendirian bahkan sekarang melupakannya sendirian. Gak adil yah?" Iya. Tapi aku tidak bisa menyalahkan siapa-siapa disini. Menyalahkan dia? Emang dia buat salah apa? Aku terlalu terbawa perasaan ketika laki-laki itu melakukan aksi sekedar bare minimum. Tapi jika menyalahkan diri sendiri juga, aku tidak salah. Perasaan itu datang bukan di rencanakan. Berasa lagi nyalahin penjahat tapi penjahatnya tidak tahu siapa. Karena, Di antara kita tidak ada yang menjadi pelaku atau pun korban. Namun, bolehkah aku sedikit berharap? ✨️ bonus playlist spotify! baca sambil dengerin lagu yang di rekomendasikan😇❣️ Disclaimer! Penulis masih berkelahi dengan typonya😘 Cerita ini hanya cerita biasa, bukan spesial apalagi penting. Start: 09 September 2023 Finish: 05 Juli 2024

More details
WpActionLinkContent Guidelines