Haru Biru Intuisi

Haru Biru Intuisi

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 30, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Dalam biru yang pekat, izinkan aku bercerita. Bersama pelukan sang laut, bersama ikan-ikan kecil dan terumbu karang yang berenang. Di bawah haru biru sang laut, aku melihat sang surya menyelinap dalam pekat. Tersenyum lembut aku sembahkan kepada mereka. Dalam sunyi aku bersorai, menyematkan kisah-kisah kepada mereka yang mencari tahu, dan kepada semesta yang tak lagi ku lihat. Inilah haru biru, haru biru dari intuisiku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DEMI APAPUN, BIRU NYERAH - NA JAEMIN [END]
  • psychologycal
  • pelukan terakhir dari laut
  • Menghilang ditelan oleh samudra
  • Your Beautiful Eyes (END)
  • Esya {TERBIT}
  • Deep Blue (END)
  • Abadi
  • Save and Protect

⚠️ TERSEDIA VERSI CETAK - LEBIH LENGKAP⚠️ "Sudah Temaram. Kini di tulis sebuah Narasi tak beraturan oleh Biru. Kepada Ayah, Bunda dan mas Dipta." Bunda yang sudah lebih dulu mendahului kita, Ayah yang menjelaskan rasa kasih sayangnya lewat pukulan, dan mas Dipta yang selalu di sini menemani Biru hingga di penghujung nafas Biru. Kini sudah Biru temui Bunda kembali di dunia yang sama, pengobat rasa rindu. Kini kembali Biru rasakan pelukan yang sekian lamanya tidak Biru rasakan. Mas Dipta, rumah ke-dua Biru. Rumah itu kini berdebu, kosong dan tak terawat. Biru tinggalkan rumah itu dengan sedikit rasa enggan. Ayah, kini dia menjelaskan kasih sayangnya itu dengan pelukan, walau sekedar batu nisan. "Jika rindu temui dan peluk Biru, walau hanya sekedar batu nisan yang bisa di peluk." Copyright -JLilyaboo, 2023

More details
WpActionLinkContent Guidelines