Hidupnya indah, pada masanya. Satu masalah datang membuatnya bertransformasi menjadi dia yang lain, yang tak dikenal dan tak mau dikenal. Hidupnya berubah hitam, monoton, tak bergairah.
Namun, ketika muncul setitik harapan cerah yang datang untuk membantunya kembali bangkit, hal lain muncul. Ragu itu muncul ketika harus dihadapkan pada kata percaya. Percaya untuk percaya dengan ketulusannya, atau tidak percaya karena banyak asumsi buruk yang berputar di kepalanya. Bagaimana jika ketulusan itu hanyalah kepalsuan? Ketika ia percaya, hanyalah penyesalan yang tercipta. Namun, bagaimana jika sebaliknya, ketulusan itu benar-benar sebuah ketulusan?
Namun, pada kenyataannya ia masih berada di antara keduanya. Berpikir antara ya dan tidak, antara percaya dan tidak percaya. Terpaku pada garis yang sama, dengan satu ragu untuk memilih jalan yang mana.
Ia tak mau salah untuk memilih. Lagi. Karena terakhir kali ia percaya, yang dipercayai mengkhianatinya.
Terbit dengan judul 'Aku, kamu, dan Masa lalu.'
_______________________________
"Kamu lebih pilih aku pacar kamu, atau dia masa lalu kamu?" -Rindu
"Sorry, untuk saat ini gue lebih pilih dia. Karena dia lebih membutuhkan gue dan gue harus jaga dia." -Damian
"Segitu pedulinya kamu sampai harus jagain aku, Dam?" -Reva
^^^^^^^^
Ternyata benar, cinta tidak selamanya memberi kebahagiaan. Namun, cinta juga mampu memberi rasa sakit yang bisa membunuh secara perlahan.
-Rindu Agmasiana
_____________________________