UPPERCLASSMEN

UPPERCLASSMEN

  • WpView
    Reads 3,547
  • WpVote
    Votes 421
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 19, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
[Folow dulu sebelum membaca dan jangan lupa di vote yaw] Berurusan dengan bad boy sekolah adalah hal yang paling Arcilla Qiyara hindari. Tapi semesta berkata lain, semesta seperti ingin memaksakan ketidakinginan Arcilla itu terjadi, namun hal itu terjadi karena ketidaksengajaan yang diperbuat oleh Arcilla.
All Rights Reserved
#34
cilla
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SeKalya
  • GASLIGHTING
  • ARKAN
  • Our Sweetest Summer [END]
  • Fiana Or Riana [ END ]
  • School Magic (hanya gue yang boleh bully dia)
  • A Hundred Days Closer [On Going]
  • Masa depan yang terulang
  • Repeat Life: Devina Grisyela Mahendra
  • A Reader Who Wants A Happy Ending
SeKalya

"Pakai, Kal. Anginnya jahat malam ini," ucap Sean lembut. Kalya justru mundur selangkah, menepis tangan Sean hingga jaket itu jatuh ke aspal basah. Matanya yang jernih tampak berapi-api oleh rasa takut yang disamarkan sebagai kemarahan. "Lo mau apa, Sean?" suara Kalya parau. "Lo kasih gue susu hangat, lo jemput gue tiap pagi, sekarang lo kasih jaket. Lo mau minta apa dari gue sebagai gantinya? Nilai? Uang? Atau apa?" Sean terdiam, menatap jaketnya yang kotor tanpa rasa kesal. "Gue nggak minta apa-apa, Kal. Gue cuma mau lo nggak kedinginan." Kalya tertawa hambar, sebuah tawa yang terdengar menyakitkan. "Nggak ada yang gratis di dunia ini, Sean. Berhenti bersikap tulus, karena gue nggak tahu cara bayarnya." ༼⁠ ⁠つ⁠ ⁠◕⁠‿⁠◕⁠ ⁠༽⁠つ Ini adalah kisah tentang bagaimana rasanya menjadi haus di tengah hujan. Kalyani Nirankara dikelilingi oleh banyak hal, tapi ia kelaparan akan rasa aman. Ia adalah perempuan yang dipaksa tanpa cela oleh tuntutan keluarga Adiwangsa, menyembunyikan luka di balik seragam lengan panjang yang selalu tertutup rapat. Sean Diratama hadir bukan sebagai pahlawan yang bisa langsung menyembuhkan segalanya. Ia hanyalah laki-laki yang mencoba memahami betapa hancurnya seseorang yang dipaksa terlihat hebat oleh dunia. Nama SeKalya menjadi saksi bahwa pertemuan mereka adalah sebuah kejadian satu kali yang meninggalkan bekas abadi. Sebuah perjalanan yang menjadi penentu; apakah mereka akan berakhir dengan menyembuhkan luka lama, atau justru harus merelakan satu-satunya harapan yang pernah mereka punya. Latar: Jakarta, 2026 SMA Paramitha, Kelas 12

More details
WpActionLinkContent Guidelines