Powder Trap
  • Reads 73
  • Votes 22
  • Parts 3
  • Reads 73
  • Votes 22
  • Parts 3
Complete, First published May 30, 2022
Seharusnya musim semi menjadi suka cita bagi sebagian besar manusia karena saat itu kita bisa melihat warna-warni bunga bermekaran. Namun lain hal dengan Tuan Putri di negeri ini. 
Musim semi justru membuatnya tak terlihat di mana pun. 
Seorang pemuda yang sudah memuja Tuan Putri sejak kecil pun penasaran, mengapa gadis idaman yang tak dapat diraihnya itu selalu menghilang beberapa bulan dalam setahun, persisnya sepanjang musim semi?
Ia pun nekat memanjat batas pemisah yang seharusnya tak dilakukannya.
All Rights Reserved
Sign up to add Powder Trap to your library and receive updates
or
#63woodz
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Dosa Ku cover
Fiction -sungjake✔ cover
Second Best [ RONY X SALMA ] cover
He Fell First and She Never Fell? cover
Stars Behind the Darkness (End) cover
ELIO RILEY SERGEYEV cover
antagonis wife [TERBIT] cover
After Graduation cover
Kesayangan Bunda cover

Dosa Ku

65 parts Ongoing

Liu Qiaqio, Permaisuri Dinasti Jin, telah menyerahkan hati, jiwa, dan raganya untuk sang kaisar. Dia mencintainya dengan sepenuh hati hingga merasa lelah, tetapi sang kaisar yang dingin hanya memiliki mata untuk satu orang, dan orang itu bukanlah dirinya. Kehangatan di mata kaisar saat memandang orang itu tidak pernah menjadi miliknya, kelembutan suara kaisar saat berbicara dengan orang itu tidak pernah ditujukan padanya, bahkan hingga ajal menjemput. "Apa salahku sehingga kau membenciku sejauh ini? Apa aku telah melakukan kesalahan sehingga kau memandangku dengan begitu hina? Apakah mencintaimu adalah dosa yang begitu besar?" tanyaku dengan lemah. "Dosamu adalah mencintai seseorang yang seharusnya tidak kau cintai," jawabnya dingin. 'Dia benar, aku telah menghabiskan terlalu banyak cinta untuknya hingga aku tidak punya sisa cinta untuk anak-anakku, untuk mereka yang benar-benar peduli padaku. Jika aku diberi satu kesempatan untuk menebus semua itu, aku akan menghabiskan seluruh hidupku melakukannya,' pikirku sembari menutup mata dan menyambut kematian. Atau begitulah pikirku.