Story cover for Elegi Rasa : Pergi by it_s_dionysus___
Elegi Rasa : Pergi
  • WpView
    Reads 660
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 30
  • WpView
    Reads 660
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 30
Complete, First published May 31, 2022
Kadang menjadi begitu terlambat menyadari sesuatu akan membekaskan rasa sakit yang tak lekang oleh waktu. Saat cerita yang kelewat singkat dilalui menghantarkan pada sakit yang menghantui.

Safir sudah merasakannya. Dua kali dalam hidup ia seperti dipermainkan rasa. Nila yang tak mau melihat. Dan Bianca yang pergi pada sesuatu yang tak terlihat.

Ketika sepi melanda. Bukannya pada dunia yang luas, hanya pada dunianya sendiri yang tiba-tiba runtuh. Safir merasa begitu buruk di mata Bianca. Merasa begitu lelah di hadapan Nila.

Dan malam itu, harusnya ia berusaha lebih keras. Saat si gadis berkata, "Aku pamit pulang, ya." Harusnya Safir membujuk lebih tegas. "Biar aku yang antar."

Kenyataannya, Safir menjadi begitu terlambat. Saat rasa itu mulai tertambat. Hatinya justru sakit tanpa ada yang membebat.
All Rights Reserved
Sign up to add Elegi Rasa : Pergi to your library and receive updates
or
#8amertapublisher
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Langit Tak Mengizinkan Kita Berteduh cover
Maaf, Aku Terlambat END✅ cover
ARDIRA [SELESAI] cover
SCHOOL DEATH (END) cover
You (Under Revision) cover
It HURTS cover
Tulisan Sastra✔ cover
Perihal Waktu  cover
Endless Summer [TAHAP REVISI] cover

Langit Tak Mengizinkan Kita Berteduh

21 parts Ongoing

Mungkin, kelak di waktu yang tak kita duga, di tempat yang tak pernah kita rancang, semesta diam-diam mengatur pertemuan kita sekali lagi. Bukan sebagai dua yang pernah saling memiliki, tapi sebagai dua hati yang pernah saling mencari-dan kini hanya mampu saling pandang dari kejauhan. Tak ada kepastian apakah kita akan menyapa, berbasa-basi, atau memilih diam sembari menelan tanya, bagaimana bisa jarak tumbuh begitu luas di antara dua yang pernah sedekat itu. Jika itu terjadi, kau akan menyebutnya apa? Kebahagiaan? Atau ironi?