Story cover for ABSURD by yulianifdh
ABSURD
  • WpView
    LECTURAS 1,031
  • WpVote
    Votos 111
  • WpPart
    Partes 4
  • WpView
    LECTURAS 1,031
  • WpVote
    Votos 111
  • WpPart
    Partes 4
Continúa, Has publicado may 31, 2022
"Ar, g-gue hamil," ucap seorang gadis dengan suara terdengar lirih. Gadis itu pun berbicara dengan menundukan kepala.

Pria yang dipanggil Ar berdiri dengan posisi membelakanginya ... otomatis mendengar itu ia tampak membalikan badan. Raut wajahnya mengeras, menandakan ia tidak suka mendengar berita itu. 

Perlahan pria itu mendekati gadis dihadapanya, yang masih setia dengan posisi menundukan kepala.

Tatapan tajam pun ia berikan pada gadis itu.

Dengan sekali hentakan tangannya menarik sekaligus mencengkram dagu gadis itu. Mengakibatkan wajah yang sedari tadi tertunduk seketika mendongak.

"Gugurin kandungan itu!" perintahnya dengan nada menyentak. Minik wajahnya pun semakin menunjukkan akan kemarahan. Rahang mengeras, matanya memancarkan kilat kebencian. 

Gadis itu meringis kesakitan, pasalnya cengkraman pada dagunya semakin kuat. 
Ditambah rasa sesak di dadanya mendengar pria itu dengan entengnya menyuruh bahwa ia harus mengugurkan kandungannya. Kejam. 

Terpancar kekecewaan yang mendalam di matanya. Kini ia sudah tak mampu menahan sesak di dadanya. Seraya memejamkan mata, ia hanya bisa menangisi kenyataan bahwa pria dihadapannya itu ternyata begitu brengsek. 

"Asal lo tahu, gue gak sudi punya anak dari rahim lo!"

Gadis itu tersenyum getir. Di sela-sela cengkraman pada dagunya semakin kuat, ia berusaha membuka suaranya. "B-brengsek!" Dadanya bergemuruh hebat. Napasnya memburu.

Pria itu tersenyum sinis. "Lo pikir gue nyentuh lo karena gue cinta sama lo?" tanyanya. Gelengan samar ia lakukan. "Malam itu gue lagi frustasi, gue capek, pikir gue lagi kacau. Dan gue butuh seseorang agar hasrat sesaat gue terlampiaskan," lanjutnya diiringi cengkraman yang ia lakukan semakin kuat.

Hanya terisak yang dapat gadis itu lakukan.

"Jadi, gugurin kandungan itu secepatnya!" geramnya dengan menghempas kuat cengkraman itu sampai tubuh sang gadis ikut  terhembas ke lantai sana.

Brug!
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir ABSURD a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#162kelas
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
(LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant) de itira17
32 partes Concluida
(SELESAI REVISI, SEDIKIT BERUBAH CERITA ALURNYA. CERITA SUDAH SELESAI DAN LENGKAP. HANYA DI POST DI WATTPAD) ❗❗❗ Cerita ini membuat diabetes. Dan ini cerita ringan. Author membuatnya karena ingin cerita yang manis ❗❗❗ --- "Kalau begitu, Anda bisa bantu saya," kata Arjuna, suaranya tenang namun penuh tekanan. "Apa?" tanya Yena pelan. "Anda... jadi istri saya." "Hah?" Yena nyaris berbisik. Jantungnya berdetak cepat, kepalanya terasa pening. Apa dia tidak salah dengar? Seorang Arjuna, duda beranak satu, adik angkat dari sahabat ayahnya-Reyvan dan Rezka-serta om angkat dari pacarnya sendiri, Alvano, meminta dirinya menikah? Gila. Pria ini sudah gila. Yena ingin tertawa, tapi tenggorokannya kering. Anak Arjuna bahkan hampir sebaya dengannya. Dan yang lebih parah, dia sudah punya pacar-Alvano. Dia mengumpat dalam hati. Seandainya saja hari itu dia tidak membuka pintu ruang dosen secara sembrono dan melihat dosennya itu dalam kondisi-sial-telanjang bulat, mungkin dia tidak akan berada dalam situasi ini. Terjebak. Arjuna semakin mendekat, mengikis jarak di antara mereka. "Bagaimana, Bu Yena?" suara Arjuna terdengar tenang, tapi ada sesuatu yang mengintimidasi di baliknya. "Apakah Anda bersedia membantu saya? Atau..." Dia menggantungkan kalimatnya, matanya menatap tajam. "Saya tidak akan membiarkan Anda keluar." Yena menggigit bibir. "Itu kan salah Anda sendiri," ucapnya, suaranya sedikit parau. "Anda yang tidak mengunci pintu kalau Anda mau... seperti itu." Wajah Arjuna tetap datar, tapi ada sesuatu di dalam matanya yang sulit Yena pahami. Pria itu semakin mendekat. Jarak mereka nyaris tidak ada. Tangan Arjuna terangkat, jari-jarinya yang besar meraih dagu Yena dengan lembut namun kuat, memaksanya menatap pria itu. "Kalau Anda tidak mau," bisik Arjuna, "mulai saat ini hidup Anda akan berbeda, Bu Yena." Yena menelan ludah. "Apa maksud Pak Juna?" tanyanya, suaranya sedikit bergetar. Arjuna tersenyum. Senyum yang membuat Yena... menahan napa
Stay (Away) de hazelaice
64 partes Concluida
⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b
GHAVARI  de alghisty_
10 partes Continúa
"Heh!! Kalo bukan karena Lo sama temen-temen soglo Lo itu juga gue ngga bakalan jadi ketua OSIS!" Menjadi ketua OSIS hanya karena candaan teman?? Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras. "Ha? Wswswswsws?" Kini Araf yang mendekatkan telinganya mendekat pada ghava. "Makanya telinga tuh dibersihin. Congek kan!" Ketus Ghava kesal. *** "Ma! Pokoknya besok aku ngga mau sekolah!" *** "Lagian! Ngapain juga si kalian pada ke sini? Gue tuh udah bilang mama mau ngga masuk sekolah. Malah kalian pada dateng." Lanjut Ghava mengomel. "Kita di suruh Tante Hida by the way" Setia berujar dengan tersenyum manis. "Mana mungkin! Pasti kalian Dateng sendiri, mana cuma numpang makan doang. Ganggu tau ngga!" *** Gadis itu tengah meneduh dibawah pohon beringin yang terletak di samping lapangan. Menengguk minuman dari botol berwarna birunya dengan pelan. "Lo suka cewek kelas sana ya va?"
Because ILY [Completed] de RikaAnanda786
51 partes Concluida
Akhirnya pintu terbuka sempurna menampilkan Sadena yang tengah terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit penuh infus dan beberapa alat untuk membantu nya bernafas, Qalesya menarik nafas panjang setelah melihat cowok yang tengah tertidur di samping ranjang Sadena sambil memegang tangannya. Qalesya mematung di tempat membelalakan matanya apakah yang ia lihat ini sungguh sungguh. "Qalesya, sebentar tante bangunin dulu Ardano nya ya sayang" Ardano terbangun sambil mengucek mata nya tapi tangan kanan nya masih menggaet tangan Sadena. "Ss-Sya" Ardano mengerjap dan langsung melepaskan genggaman tangan nya, setelah itu ia beranjak bermaksud mendatangi Qalesya "Sya gu-gue" Ardano meneruskan langkah nya ke arah Qalesya yang membisu Qalesya cewek itu melangkah mundur dengan mata yang berkaca kaca, jelas sekali Ardano melihat mata cewek yang selama ini ia sayangi tengah berkaca kaca, tapi mengapa ia memperlakukan Sadena sebegitu nya? Qalesya memutar badan nya bermaksud ingin keluar dari ruangan itu tapi dengan cepat Aradano langsung menarik pergelangan Qalesya "Sya dengerin gue" Ardano tetap menahan Qalesya, ternyata dengan satu hentakan tangan Qalesya berhasil membuat tangan nya terlepas dari tarikan Ardano Cewek berseragam Sma itu berlari di koridor rumah sakit, baru beberapa langkah berlari air mata nya sudah berhasil lolos dan membasahi pipi nya Ardano cowok itu mengacak rambut nya gusar, kali ini adalah kali pertama Qalesya menangis karena tersakiti atas sikap Ardano. Tanpa pikir panjang Ardano langsung mengejar Qalesya "Sya dengerin gue dulu" "Apa? Lo mau bilang apa? Apa lo mau bilang ga ngabarin gue karena hp lo mati, ga bawa charger, lo seneng berduaan sama Sadena? Lo lupa sama gue? Oiya gue bukan siapa siapa lo juga ngapain lo harus ngabarin gue Duh Qalesya bego banget si lo percaya sama sumpah serapah cinta yang isinya bacotan semua"Qalesya menertawakan diri nya sendiri Qalesya "Sya Sadena itu.." ucap Ardano Langsung aja baca ceritanya yaaaaa
LALA de nurleniwahyu
16 partes Concluida
Tawa, cinta dan luka Lala Anastasya Rifani, gadis SMA biasa yang memiliki sifat ceria, ia harus bertemu dengan seorang pemuda yang dingin, namanya Rio Arfan arsyifki , yang membangun sebuah tembok acuh yang menjulang tinggi, itu ia lakukan agar tak ada celah untuk orang lain melihat luka yang sengaja ia tutup dari dunia. Sampai akhirnya perlahan kekuatan tembok itu tak bertahan lama, sedikit celah mulai terlihat, saat ia mulai terbiasa dengan kehadiran Lala yang membawa kehidupan sepi nya menjadi sedikit berwarna. Lala yang selalu hadir di setiap harinya, membawa sebuah alasan pertemanan, agar dirinya dapat selalu melihat rio, Alasan Sederhana namun dapat membawa dirinya menjadi jatuh kepada pemuda dingin itu. lalu, bagaimana dengan luka yang sengaja di tutup oleh Rio? Apakah Lala bisa menerima , kekurangan dan menjadi obat untuk luka itu? Bagaimana dengan kelanjutan hubungan keduanya? ------- " Sekarang kita temen" ucap Lala tiba tiba disertai tangan yang sudah bersiap menerima uluran tangan Rio " Hari ini, besok dan seterusnya Lo ga akan pernah gue anggap temen gue, gue benci cewe yang sok baik kaya Lo! Dan satu lagi gue peringatin jadi cewe jangan belagu!" Balas Rio dengan suara tajam dan sorot mata yang seolah olah ingin menghabisi Lala hidup hidup " Gapapa kalo Rio ga mau anggap Lala temennya Rio, tapi Lala yakin di suatu hari nanti Rio pasti butuhin Lala buat jadi temen... Temen hidup misalnya xixixi" ucap Lala santai dan jangan lupakan senyum manis yang selalu setia bertengger di bibir ranum nya " Sinting!" Selamat membaca:) Ini cerita pertama ku, maaf kalo ada banyak kesalahan dan kosa kata yang kurang pas:)
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
LOVE STORY QIANARRA cover
(LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant) cover
Stay (Away) cover
GHAVARI  cover
GRIZLEN {On Going} cover
Because ILY [Completed] cover
LALA cover
Kavelo cover
Whispers in the Blood cover
My Younger Brother (21+) cover

LOVE STORY QIANARRA

26 partes Concluida

"DOR!!" "Kampret!!!" Pekik gue kaget. Gue membalikkan badan gue. "Ishhh! Elo lagi...elo lagi! Ngagetin aja sih lu?! Kalo gue jantungan gimana?!" Dengus gue. Dia tertawa, gue akui tawa nya manis banget, MELELEHHHH gueee... Tapi harus jaga image. "Tenang, kalo Lo perlu jantung, gue bakalan kasih jantung gue buat elo kok" ucapnya di selingi tawa.. Uh! Bisa aja ini anak buat gue deg-degan. "Gembel Mulu Lo!" Cibir gue. "Btw Lo kok masih disini? Sekolah udah sepi loh" ucapnya. "Suka-suka gue lah!" Ketus gue. "Yee. Di kasih tau ngeyel! Disini ada hantu nya loh.." Hantu?? Ishhh beneran? Gue takut anjir. "Yang bener Lo?" Ucap gue, gue rasanya udah merinding ini. Dia ngangguk. "Iya! Maka dari itu Lo harus pulang, pulang bareng gue yuk!!" Ajaknya. Ah si Jampang bisa aja modusnya. "Kampret! Lo mau modus atau gimana?!" Tanya gue. "Dua-duanya, tapi bener deh, disini nih angker, Lo ngerasa merinding gak?" ❣❣❣ "Gue tau rencana Lo! Dan gue harap, setelah rencana Lo selesai! Lo jadian sama gue!" Ha? ***** Kisah cinta Qearin dengan beberapa cowok, Serta perjuangan Qearin untuk mengembalikan keceriaan Sahabat nya