Last Destination

Last Destination

  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 14, 2022
⛔REVISI SETELAH TAMAT Tak ada yang lebih ramah dari kereta api, lajunya selalu membawa cerita dari orang-orang dengan latar belakang berbeda tidak lupa di setiap laju dan perhentiannya terselip kisah romansa yang menyisakan rindu untuk melewati perjalanan dengan ular besi ini. Salah satunya kisah Keara yang menemukan kepingan cerita hidupnya di perjalanan kereta yang ia jelajahi. Berawal dari dompet Keara yang hilang di stasiun Bogor dan tanpa sengaja bertemu dengan Abian si pemuda sok akrab yang dikira Keara pencopet dompetnya dan Keara tidak pernah sama sekali meminta maaf pada Abian tentang hal itu. Namun, suatu hari Keara ingin mengutarakan permintaan maafnya pada Abian. Akan tetapi, sikap Abian berubah-ubah setiap kali Keara temui, bahkan tidak jarang Abian menghindari pertemuan mereka di stasiun Bogor. Keara mengupayakan berbagai cara dari sengaja datang terlambat sampai mencari Abian ke semua area stasiun Bogor hanya demi meminta maaf pada Abian. Apa yang sebenarnya terjadi pada Abian? Mengapa Pemuda itu menghindari Keara?
All Rights Reserved
#8
destination
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ABIAN HALA
  • Itu Aku
  • Who is He? [Completed]
  • The Perfect Boy ✔
  • awan tak sama lagi
  • ALTHAZAIN
  • Paper Hearts (Wattys2019 Winner)
  • DETIK Dan WAKTU

Hembusan angin menyapu lembut rambut panjang milik Hala yang ia biarkan tergerai begitu saja. Napasnya tenang namun tidak dengan perih di ulu hatinya yang membuat ia hanya mampu duduk diam sambil memeluk kedua lututnya. Berharap akan ada sebuah pelukan yang datang untuk menghangatkannya. Kisah kelam itu sudah berlalu sekitar setengah tahun yang lalu, tapi seolah kisah itu begitu betah menjadi parasit di dalam kehidupannya. Yang selalu dan terus menerus Hala rasakan ialah mengenai rindu dan rasa ingin bertemu. Rasanya ia belum cukup menikmati waktu yang Tuhan jatahkan untuk mereka bisa saling mencintai dan membersamai. "di agama kita gak ada reinkarnasi, tapi aku terus berdoa supaya ketemunya di mimpi, tapi mimpi pun bukan bagian dari kekuasaan aku ataupun kamu. Jadi kapan kita akan bener-bener ketemu? Malam ini? Besok? Lusa?" Setitik air mata jatuh membuat isakan Hala kembali terdengar. Suara pintu yang terbuka lalu pelukan yang berasal dari belakangnya membuat isakan Hala kian membesar. Pelukan memang, tapi bukan orang ini yang ia harapkan. Karena memang sebenarnya ia tidak akan pernah merasakan pelukan itu lagi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines