sembadaya

sembadaya

  • WpView
    Reads 160
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 18, 2025
Dalam dekapan hangat Ibu aku bertanya mengenai arti nama belakangku. Aku cukup suka dengan namaku meski terkadang aku iri dengan nama teman-temanku yang lebih cantik dan manis. "Kamu memang nggak dilahirkan untuk duduk manis minum teh di belakang rumah, nungguin suamimu pulang." Saat itu umurku sepuluh tahun, aku jelas asing dengan kegiatan yang disebutkan Ibu. Apa yang salah dengan minum teh? Apa yang salah dengan duduk manis seperti perempuan-perempuan di kerajaan itu? "Kamu lahir untuk bertempur." "Memangnya akan ada perang, Bu?" "Ada." "Melawan siapa?" "Melawan penjagal mimpi." Aku tahu Ibu pintar, ia pintar melampaui kemampuan Ayah untuk mengetahui banyak hal yang tak kuketahui. Untuk bicara dengan Ibu aku harus pandai mengingat-ingat, sebab ada beberapa kosakata yang akan kucari setelah obrolan kami. Malam itu aku bertanya, siapa gerangan si penjagal mimpi itu? "Ibu ingin kamu tidak terpaku pada keterbatasanmu. Dari nama belakangmu Ibu berharap kamu akan selalu berdaya, Darpa. Tidak ada manusia yang bisa menghentikan langkahmu untuk berjalan di garis kebenaran dan kebaikan." "Tidak ada yang bisa menghentikan Darpa?" "Tidak ada manusia yang bisa menghentikan langkahmu. Tidak dengan keluargamu. Dan jangan sampai dia laki-laki."
All Rights Reserved
#51
perempuan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Salah Status
  • Prahara Lamaran [END]
  • Nala dan Mas Juragan
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nakula
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Hello Mr. Komrad (Complete)

Usai menjalani pendidikan strata 1 di Ibu Kota, Adara Ruby Sanjaya (22), gadis centil nan cantik yang sering dipanggil dengan sebutan Dara diminta kembali oleh orang tuanya yang berada di desa. Menuruti adalah jalan terakhir yang harus di lakukan Dara. Dara pikir pulang ke kampung halamannya adalah pilihan yang sangat buruk, tetapi disana ia menemukan sesuatu yang sayang untuk dilewatkan. ~~~ Menjadi harapan satu-satu orang tua yang harus terjun ke dunia perdagangan, adalah takdir Biantara Pradikta (32), Bian yang merupakan anak laki-laki dari juragan tersohor se Kecamatan. Mempunyai adik perempuan yang masih berada di bangku menengah keatas, itulah alasan Bian tidak melanjutkan pendidikan paska lulus SMA. Memiliki sifat yang cuek dan tidak terlalu memikirkan tentang perempuan, padahal ibunya sering menyodorkan anak temannya untuk ia kencani, tetapi ia acuh tak acuh dengan itu. Sampai hadir seorang gadis jelita yang merupakan anak dari pengusaha beras di desanya, gadis yang menjadi buah bibir para tetangga, bukan hanya prestasi yang jarang orang dapat dikehidupan mereka, tetapi juga parasnya yang membuat para tetangga rela menyodorkan anak lelakinya pada gadis itu. Tetapi, mengapa Bian tidak menyukai itu! Cerita keseharian gadis incaran para pria dan calon menantu idaman ibu-ibu desa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines