
melihatnya kembali setelah lama berusaha melupakannya. Dia tetap sama seperti dahulu. tetap menjadi seseorang untukku bersandar. Sesorang yang membuatku rela berkorban. Seseorang yang sempat menjadi alasanku untuk hidup. Dan menjadi alasan aku bahagia. "Lama tak berjumpa" Dia menatapku selama beberapa saat setelah ucapan sapaan keluar dari mulutku. Dia tetap tak bergeming dan Jika aku boleh jujur aku membaca terlalu banyak hal dari matanya dan itu membuat hatiku semakin perih. Dia menganggukkan kepala kecil. "Iya.. lama tak berjumpa" "Elin" Dan saat itu aku mulai ragu pada diriku saat aku mengatakan tak lagi mencintai dan merindukannya.All Rights Reserved
1 parte