Story cover for Manta Lagi? by Ingdri
Manta Lagi?
  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Jun 01, 2022
Bagaimana rasanya jika mantan kita masih suka ganggu ketenangan kita? Suka ngegas ,cari onar, dan yang paling bikin kesel itu kalo dia yang salah malah kita yang disalahin udah gitu kalo kita dititipin sama orang tua mantan.

Itu kisah yang dialami Keysa Anandhita.
All Rights Reserved
Sign up to add Manta Lagi? to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Pelangi yang Telah Lama Hilang cover
Terhalang Organisasi cover
Gue Giga [Completed]✔ cover
ALRIN cover
Three Idiot Girls  ✔ cover
ANTARA KITA  cover
Love Struggle  cover
My Lovely Wife cover
Dancing In The Wound  cover
obsesi seorang mantan pacar  cover

Pelangi yang Telah Lama Hilang

13 parts Complete

"siapapun tante, adik ayah, adik bunda, tetangga atau simpanan ayah, aku anggap tante cuma benalu tau" ucapku memberi penekanan pada kata simpanan. Wajah Tante Dista terlihat terkejut. "heiii.."ia membentakku "ga pernah di didik ya sama bunda mu, ternyata bundamu itu ga becus jadi seorang ibu ya pantas saja ayahmu tergila gila pada ku" "kamu ga usah senang dulu, suatu saat nanti aku yang akan mengusirmu dengan tanganku sendiri" sambungnya Aku menyeringai "barusan kau buat pengakuan kan" tanyaku menatapnya jijik. Tante Dista terlihat kikuk. "hahaa..... Jadi kau memang simpanan ayah. Dan masih sanggup tinggal dirumah kami. Ga tahu malu"ucapku dengan penekanan di kata simpanan dan malu. "kauuu-"ucapnya tertahan ketika bunda mulai mendekati kami. Aku mendekat ke arah tante Dista tetap mempertahankan senyum palsuku. Menginjak kakinya dengan keras, dan pura pura mencium pipinya dengan mesra. Dia menjerit tertahan dan aku senang. Tanganku yang bebas menarik rambutnya yang terjuntai panjang. Dia meringis dan mencengkram tanganku kuat kuat. Bunda tak pernah tau itu. Bunda hanya tersenyum dan menganggap semuanya akan baik baik saja. Padahal aku dan tante Dista sedang menyiapkan strategi perang kami masing masing.