Tasbih dan Rosario

Tasbih dan Rosario

  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 1, 2022
Jangan lupa difollow sebelum dibaca ya teman-teman. "tasbih yang indah". Aku tersenyum dibalik cadar hitam yang kupakai. Memang benar, tasbih ini sangat indah bahkan aku tidak pernah meninggalkan tasbih ini ketika aku berpergian. "terima kasih". Akupun berpamitan kepada laki-laki yang ada di hadapanku ini ketika temanku datang dengan motor kesayangannya sambil melambaikan tangannya agar aku segera mendekat ke arahnya. "semoga kita bisa bertemu lagi, perempuan dengan tasbih hitam". Aku mendengar perkataan laki-laki dengan rosario yang melingkar di lehernya itu. Aku hanya tersenyum dan melanjutkan langkah kakiku. Sebelum sahabatku melajukan motornya, aku sempat melihat ke arah laki-laki itu. Dan saat itulah aku bisa melihat wajahnya dengan intens. Aku tertegun ketika dia tersenyum kepadaku, matanya menyipit. Aku membalas senyumannya walaupun aku tahu dia tidak akan tahu kalau aku juga ikut tersenyum kepadanya. cerita pertama ku, semoga suka ya. Teşekkürler.... dilarang plagiat!!!!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ikhwan [SELESAI]
  • Di Balik Niqab [TERBIT]
  • DIZAH (Dika & Zahra) [END]✔
  • Shafa (TERBIT)
  • ASHILA
  • Your Beautiful Eyes (END)
  • AKU , KAMU & RENCANA SEMESTA
  • Gus Zhafi
  • Semu [Completed]

Teenfict-Romance-Religi ⚠BAPER STORY⚠ Namanya Ikhwan. Laki-laki itu berbeda, selalu terlihat sangat sederhana dan tidak banyak gaya seperti remaja zaman sekarang pada umumnya. Aku pikir dia orang yang aneh. Tidak pernah menatap perempuan. Tidak pernah menyentuh perempuan. Sampai aku mengira sepertinya dia takut dengan perempuan. Awalnya aku tidak perduli dengan semua keanehan itu. Dia memang sudah sering di cap aneh. Karena tidak jarang ia berjalan menyusuri koridor dan naik turun tangga sekolah dengan mulut berkomat-kamit sambil memainkan jemarinya. Tapi lambat laun, aku mulai mengerti. Sedikit demi sedikit, aku tahu alasan dibalik setiap sikap anehnya. Semakin mendekat, aku tau apa yang dia gumamkan. Dan sejak saat itu, aku mulai mengaguminya. *** Allah memiliki caranya sendiri dalam mempertemukan apa yang memang sudah seharusnya menjadi milik kita. Cukup percaya dan berdoa kepada-Nya. Sungguh, hanya Dia yang paling mengetahui apa yang baik untuk kita. *** Bukan hanya cinta-cintaan. Insya Allah bacaan ini bermanfaat. Tolong baca dulu beberapa part :) Copyright©2019 Adelia NR Dibuat... -12 Maret 2019 Selesai -19 Mei 2019 OPEN PO 8 Juni - 22 Juni Republish -23 April 2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines