Jingga, 2023

Jingga, 2023

  • WpView
    LECTURAS 393
  • WpVote
    Votos 88
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, may 24, 2024
WpInfo
Ficción
Romance
"If our story was a color, what color would it be?" "Mm... jingga?" "Karena nama kita?" "Pfftttt. Nggak gitu!" Fajar dan Senja. Dua orang remaja yang saling bertolak belakang. Fajar si kaku, kurang peka, dan disiplin bertemu dengan Senja si supel, berjiwa bebas, dan nggak enakan. Siapa sangka dengan sifatnya yang saling berlawanan itu mereka menjadi dekat bahkan hingga saling berbagi rahasia yang selama ini tak terucap? Kehadirannya saling mengobati satu sama lain. Sampai mereka menyadari bahwa hidup tidak lagi tentang kegelapan. Akankah mereka terus bersama dan mampu mengatasi segala perbedaan yang ada? Apakah luka yang mereka bagi akan mengurangi rasa sakit atau justru memperparah? Benarkah kebahagiaan kini datang pada mereka berdua? "Satu tahun bersamamu adalah waktu yang takkan bisa dilupakan."
Todos los derechos reservados
#475
jatidiri
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • Ibu Aku Masih Butuh Pundakmu
  • Enigma Jenggala
  • Sejenak Luka
  • Diary [COMPLETED]
  • Only You
  • Fajar dan Senja [SELESAI]
  • 7. Titik Terakhir Senja
  • FASE
  • Lentera Senja

"Tolong ceritakan padaku, bagaimana rasanya mempunyai keluarga yang utuh? Tolong jelaskan padaku, bagaimana rasanya hidup tanpa setitik luka yang menerpa! Aku ingin bahagia seperti mereka! Walau hanya satu kali saja!" Cinta dan Luka sama-sama Zeline rasakan, tetapi luka itu hadir lebih unggul daripada rasa cinta yang nyata, bukan hanya omong kosong tidak berguna saja. Ruang Zeline sepi, ruang Zeline kelam, bantu Zeline keluar dari ruang depresi. Zeline tidak pernah merasakan, bagaimana rasanya disayang, dimanja, dan diperhatikan. Hari demi hari, detik demi detik, yang Zeline nanti yaitu perdamaian kedua orang tuanya. Zeline merasa banyak kurangnya, Zeline menginginkan ketulusan yang sebenarnya, bukan hanya kata permainan perasaan saja. Sejak kecil, beranjak remaja Zeline menyaksikan perseteruan itu masih saja terasa. Rasa sesak terasa di dalam dada, seketika atmanya mulai merasa bahwa diri ini tidak ada apa-apanya. Bahkan sampai nafas berakhir sekalipun, Zeline akan terus berusaha untuk menerimanya, sampai Sang Maha Kuasa berkata. "Waktunya beristirahat dengan tenang." Ditulis oleh: CALGHIFARI Start: 25 November Finish: (?)

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido