Loka Kita

Loka Kita

  • WpView
    Reads 97
  • WpVote
    Votes 55
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 29, 2022
Cerita singkat tentang loka kita yang hanya menjadi asrar antara kita. Loka yang memberikan kita arti kehidupan yang sesungguhnya. Aku, sang candala yang engkau sebut kini sudah menjadi sosok yang di harapkan. Meski sekejap semua itu sirna, engkau memberikan semua hal yang tak pernah ku ketahui sebelumnya. 🤍🤍🤍 "Semua manusia terkadang tanpa sadar telah menggoreskan luka, tugas kita harus mengobati luka itu sendiri," Ucap Attala mengusap punggungku yang berada di pelukannya. "Tapi aku udah baik sama mereka, kenapa aku tidak dapat hal yang sama?" tanyaku sesenggukan. "Engga semua orang tau caranya memperlakukan manusia secara baik," Jawabnya lagi sambil menghela kan nafas. Hari itu menjadi hari yang sangat panjang bagi aku dan Attala. https://open.spotify.com/playlist/4OaB7cGnZUzxTm1kw8l0xj?si=7tEhKi-fSX-GX5rDKBNN_Q&utm_source=copy-link
All Rights Reserved
#644
labil
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Perihal Dia Dengan Sejuta Tawa (END)
  • Semu [Completed]
  • Kalaya [END]
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • No Longer Mate
  • CATUR [END]
  • Ataxaria [ completed]
  • Because I'm Stupid (End)
  • Savero Archandra || Haechan || END
  • Soft After Storm

💢Stop plagiat "Aku hanyalah rumah yang tak pernah dipilih untuk pulang." "Hidup tanpa bisa mengingat apapun, apa masih bisa disebut hidup?" Karel tumbuh sebagai anak yatim piatu, hidup di antara orang-orang yang ia temui setiap hari namun tak pernah benar-benar terasa dekat. Yang ia bawa hanya satu harapan sederhana, memiliki rumah selayaknya. Harapan itu seolah terjawab ketika ia diangkat menjadi bagian dari keluarga Winata. Namun alih-alih disambut sebagai keluarga, Karel justru harus lebih dulu menghadapi penolakan dari saudara-saudaranya sendiri. Setiap langkahnya menjadi pembuktian, setiap keberadaannya selalu dipertanyakan. Dan ketika ia hampir percaya bahwa usaha dan kesabarannya akan berbuah, takdi kembali mengambil alih. Ia dipaksa menerima kenyataan yang jauh lebih menyakitkan, bahwa ada hal-hal dalam hidup yang tak bisa ia diperjuangkan, selain hanya bisa pasrah. SEBELUM LANJUT JANGAN LUPA FOLLOW DULU..

More details
WpActionLinkContent Guidelines