Hanya sebuah warita klasik, mengisahkan tentang dua buah insan yang sedang jatuh cinta di masa SMA. Namun banyak sekali limitasi nya untuk bersama. Seorang lelaki-Fathir Athallah yang tak pernah merasakan cinta sedalam ini sebelumnya, terlebih lagi itu adalah pandangan pertama. Seorang wanita-Rashana Anatasya yang ternyata telah mencintai Fathir deluan, namun tak sepatah kata pun terucap bahwa ia mencintai Fathir.
Rumit, kebahagiaan, mendebarkan, kesenduan. Keempat kata itu mampu mendeskripsikan hubungan kedua insan yang bahkan tak jelas itu.
"Kakak kenapa sering tarik ulur, sih.." celetuk Rashana, menatap netra Fathir dengan dalam layaknya Fathir yang menatapnya seperti biasa. Air mata-nya bercucuran dengan lancar. Suara gadis ini parau.
Lantas, Fathir terkejut. Baru kali ini dia melihat gadis kalem dan tenang ini mengeluarkan air mata karena dirinya. Setelah menghela nafas ia berkata "Dek.. diwaktu saya bilang saya gak sebaik yang kamu lihat, itu benar adanya dek. Saya gak bisa kasih kamu kepastian,"
"But you know your consequences, right?!!" Rashana terisak hebat "Kak Fathir pernah kasih kepastian dan harapan buat kak Aufa, tapi ke aku? You would never. Apa yang buat aku berbeda sama dia sih, kak?!"
"Itu-"
"Oh! Ya, kak Aufa lebih ceria, bisa mencairkan kakak, kak Aufa siswi aktif, dan juga pinter. Ga kayak aku ya kak, aku mah pasif banget, kemampuan gak dikembangin."
"Saya cinta kamu apa adanya, tapi kita memang nggak bisa bersama."
"Aku nggak minta bersama juga kak."
IMPENETRABLE; /ɪmˈpen.ə.trə.bəl/ means
impossible to see through or go through.
(TAHAP REVISI)
Nissa adalah siswi kelas XI IPA1 yang menyukai Nathan. Teman sekelas sekaligus The Most Wanted Boy SMA Bintang Mandiri.
Berbagai hinaan dan cacian yang ia dapatkan tidak dipedulikannya, karena baginya yang terpenting adalah mendapatkan cinta seorang Nathan Lamborghini Tara. Semua berjalan mulus hingga seseorang di masa lalu Nissa datang disaat saat ia sudah lelah dengan semua perjuangannya.
***
"Lo itu murahan atau apa, sih? Udah berapa kali gue bilang, jangan pernah deketin gue lagi. Lo budeg atau tuli, sih?" Nathan berucap ketus seraya menatap wajah perempuan yang sedang menunduk didepannya.
"Huuu," sorak siswa siswi yang berada disana.
"Gue emang udah tuli gara gara lo, tapi gue bukan murahan," Nissa menjeda sebentar. "Lo bilang gue pengganggu? Gue cuma pengen dapetin hati lo, apa itu sulit?"
"Tapi gue enggak suka sama lo. Lo cuma pengganggu di hidup gue,"
Nissa tersenyum getir. "Gue pengganggu?" tanya Nissa dengan suara bergetar. "Fine, mulai sekarang gue gabakal ganggu lo lagi." Hati Nathan terasa tidak rela mendengar itu. Ia terus menatap langkah Nissa yang berjalan semakin jauh didepannya.