BINTANG

BINTANG

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 5, 2022
Jangan lupa buat Follow sama votenya ygy 🙃 ------------------------- Berada di ketinggian serta mampu menyinari yang berada di sekitarnya. ------------------------- Bintang merupakan salah seorang santri di Pesantren Wayang Windu. Ia merupakan didikan dari seorang Kyai yang sudah sepuh, tidak lain dan tidak bukan Kyai itu adalah Kyai Japar Sidik. Bintang, selain di didik akan ilmu ilmu agama, ia juga di didik akan ilmu ilmu beladiri guna untuk melindungi dirinya sendiri ataupun orang orang yang berada di sekitarnya. ------------------------- Untuk lebih lanjutnya lagi, silahkan membaca terlebih dahulu sebelum berkomentar ;) ------------------------- Oyyaaa... Maaf apabila dalam segi tata bahasa banyak yang tidak sesuai dengan kaidah kaidahnya, serta mohon maaf jika di dalam cerita terdapat kalimat kalimat yang hiperbola. Cekidoottt!!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ad Astra
  • Cahaya Setelah Gelap (On Going)
  • Dia Jodohku?
  • Ustadz Zikri Pacar Surgaku!
  • Cinta DyaDra | On Going
  • Mengejar Cinta Ustadz (TAMAT)
  • Adzan Adikhallah
  • BINTANG [END]
  • Syahiidah (Tamat)
Ad Astra

✨Through hardships to the star✨ Bhaga sudah mengenal Bintang bahkan saat perempuan itu masih dalam kandungan. Saat Bintang lahir pun, Bhaga sempat menggendongnya. Untuk ukuran bayi merah 48 centi, Bhaga tak pernah menyangka bahwa Bintang akan tumbuh menjadi perempuan boncel, berisik, banyak mau, namun juga sangat cantik. Saat perasaan sayangnya tak lagi sebatas adik kakak, Bhaga mulai menjauh dari kehidupan Bintang karena ia sadar hidup mereka jauh berbeda. Bhaga yatim piatu, jauh lebih tua, dan tiada bandusanak pula. Tak ada kelebihan yang bisa ia tawarkan pada Bintang. 💞 Menurut Bintang, Da'Bhaga itu bagai beruang kutub menyeramkan. Dia tinggi, tatapannya tajam, irit bicara, dan susah didekati. Namun kata Jo Bumi, abang kesayangannya, hanya Bintang lah yang tak pernah segan untuk menyusahkan Da'Bhaga. Mulai dari menemaninya nonton konser, menjemput dirinya yang tersasar, mengobati benjolan sebesar telur di keningnya, membelikan pembalut saat tamu bulanannya datang, serta menjadi orang yang paling sering membawakan Martabak Melawai kesukaannya. Saat mengetahui lamaran datang dari Da'Bhaga, Bintang yang oportunitis mempertimbangkan baik dan buruknya. Baiknya, Bintang bisa hidup enak karena Da'Bhaga amat kaya. Buruknya, Bintang harus hidup mengikuti Da'Bhaga ke Padang, daerah yang jaraknya lebih dari seribu kilometer dari Jakarta, rumah dan comfort zone-nya selama ini. Jadi, manakah yang harus Bintang pilih?

More details
WpActionLinkContent Guidelines