ANNOYING SISTER

ANNOYING SISTER

  • WpView
    LETTURE 155
  • WpVote
    Voti 9
  • WpPart
    Parti 2
WpMetadataReadPer adultiIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione sab, mar 1, 2025
WpInfo
Narrativa
Storie d'Amore
"Sesekali hidup itu harus berkaca diri." "Kenapa juga gue harus berkaca diri, kalau setiap hari lo maunya perang melulu sama gue! Sama-sama berkaca diri kalau begitu." "Gue ngga suka gaya kukang! Lo kan, mirip sama dia. Lo lah yang harus berkaca diri. Ngga sadar lo setiap hari pergerakan lo itu kayak dia!" sentak Anna. "Gue udah gerak nyampe Jakarta lo masih di tengah-tengah laut." Anna mencebik. "Itu karena gue naik kapal laut bodoh! Jelas lo udah nyampe Jakarta kalau lo perginya naik pesawat!" Inka benar-benar meladeni Anna sampai ketulang-tulang. "Itulah letak perbedaan di antara kita. Lo lelet gue gesit, masa begitu aja lo ngga ngerti-ngerti sih!?" Ucap Anna wajahnya begitu tenang dan menguasai lawan bicaranya.
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Naughty Nanny
  • Weird Wedding ✓
  • ON SIGHT (Completed)
  • Yasudahlah putusin aja[SELESAI]
  • ARKAN |END| Belum Revisi
  • AILAH(END)✅
  • jika bisa memilih
  • OBSESI SEORANG KAKAK [1821+]
  • ANELKA CALVARY

"Baju lo kebuka banget. Nggak sekalian jual diri?" "Udah. Papi lo pelanggannya. HAHAHA." "Anjing!" "Nanti lo pura-pura kaget aja kalau besok gue jadi mami lo. Soalnya gue udah berhasil godain dan jebak bokap lo yang tajir itu. Berhubung lo sering rese dan bertingkah, gue bakal jadi ibu tiri yang jahat. Pokoknya siapin mental dari sekarang. Anggap aja ini hari pembalasan buat bocah nakal kayak lo." "Papi nggak mungkin suka sama cewek nggak jelas kayak lo! Nggak mungkin! Gue tau selera papi!" "Eitttss siapa bilang? Buktinya papi lo doyan banget sama gue tuh! Emang semalem lo nggak denger suara plok plok plok dari kamar papi? Itu gue lagi digempur brutal sama papi lo." "Orang gila! Lo pikir gue bakal percaya omong kosong orang nggak waras kayak lo?! Nggak! Gue kenal papi. Papi nggak mungkin ngelakuin itu apalagi sama lo! Nggak mungkin!" "Lo serius nggak denger apa pura-pura doang, nih? Padahal keras banget loh hentakan papi lo. Sayang banget ternyata nggak kedengeran. Tapi kalau suara desahan gue pasti denger dong? Yang ahh ahh itu loh. Itu pas papi lo geraknya dicepetin, mana makin keras. Makanya gue sampe jerit. Tapi gue yang minta lebih cepet, sih, hehehe." "Diem! Lo orang gila! Gue nggak mau punya mami orang gila kayak lo! Berhenti ngarang cerita!" "HAHAHAHA. Nggak sabar jadi mami tiri dan siksa lo habis-habisan. Kalau udah puas bikin lo menderita, tinggal usir deh. Hush hush hush! Pergi yang jauh. Biar gue aja yang kuasain harta papi lo. Ughh! Pasti seru banget. Apalagi kalau nanti ada scene ngakakin lo yang udah dibuang terus jadi gembel." "PAAAAPIIII!" "Pioooo ..." "Hehehe."

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti