We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Jauh Jiwa

Jauh Jiwa

  • WpView
    Reads 468
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 1, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
PROLOG "Kapan kau bertemu dia?" 'Pikir' memecah diam. "Entahlah, sepertinya tidak aku sengaja.. Apa aku salah?" masih tertegun 'Rasa' memikirkan hal yang terjadi. "Kau bodoh? Apa di guna-guna? Tau hanya tipuan si 'Lidah' tapi masih kau terima dengan sepenuh diri." -- "Maaf, aku hanya tak bisa menahannya.. pencipta kita mengajarkan untuk saling percaya, tapi aku lupa kalo 'Dia' hanya bermain dalam 'tariannya'.. Apa ini bisa diperbaiki?", harap 'Rasa' penuh. "Tolol, untung pencipta kita adalah 'ahli', jika tidak habislah si 'Hati'." 'Hati' masih mencari beberapa keping yang pecah, salah siapa ini? "Apa aku yang terlalu polos?" halus 'Hati' berkata, "Tapi aku selalu berusaha menjadi yang terbaik. Apa kurang?" "Sudahlah, ini bukan yang pertama kan? Semua butuh proses untuk mencapai sempurna, bukan?" bujuk 'Angan' yang di kenal sebagai pendongeng handal. * * Ini cerita siapa? Aku? kamu? atau kita?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • Rara [ Proses Penerbitan ]
  • Cinta Tapi Cinta?
  • Bagian Kosong [COMPLETED]
  • Mas! || ThomasKong✔
  • Semesta (offGun)

Warning ❗Plis, no copy paste/plagiat cerita orang❗sebelum membaca Vote dan follow. Semua orang mengatakan Gita adalah penyebab kematian saudara kembarnya. Tidak ada yang peduli untuk bertanya bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang selama ini selalu berada di sisinya. Sejak tragedi itu, hidup Gita berubah sepenuhnya. Gadis yang dulu ceria kini hidup dalam bayang-bayang masa lalu, dikelilingi tatapan yang menghakimi dan tuduhan yang tak pernah hilang. Bertahun-tahun kemudian, ketika ia mulai mencoba menata hidupnya kembali, serpihan kebenaran yang lama terkubur perlahan muncul ke permukaan. Namun semakin dekat Gita pada jawaban yang selama ini ia cari, semakin ia menyadari bahwa tidak semua luka berasal dari kebencian. Sebagian lahir dari kata-kata yang tak pernah diucapkan. Dan sebagian lagi dari pertolongan yang datang terlambat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines