UNETERNEL

UNETERNEL

  • WpView
    Reads 178
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 2, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Dalam waktu singkat, aku mengenalnya dan mencintainya. Dalam waktu singkat pula, dia berhasil merenggut separuh jiwaku bersamanya. Kemudian pergi menyisakan ku bersama separuh yang rapuh. Bersamamu, Aku tak akan lagi merasa takut. - Sinar Cahya Rembulan Bertemu dengannya, membuatku sadar jika penyembuh itu ada. Namun disaat yang bersamaan, aku juga sadar bahwa luka yang akan kuterima di kemudian hari akan terasa lebih sakit. Kau mengajarkanku bagaimana cara bahagia. - Bumi Kekal Sadajiwa Tidak, aku mencintainya bukan hanya sekedar sehari dua hari, sebulan dua bulan. Ini sudah berlalu satu tahun. Tapi kenapa dunia menamparku dengan hadirnya orang lain? Apa aku setidak sempurna itu? - Bintang Zuhair Surya
All Rights Reserved
#707
bumi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tiga Belas Misi ✔️
  • HeartBeat
  • Pelangi untuk Hujan(on going)
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • Awan Abu-Abu [END]
  • BULAN (END)
  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • Mentari Tanpa Sinar
  • Painful By Accident (Completed)

"Kalau kamu benci dengan perpisahan, berarti kamu tidak punya hak untuk mengasihi pertemuan." "Kenapa gitu, Kak?" "Perpisahan ada karena eksistensi dari pertemuan. Jadi, bukankah kamu seharusnya membenci apa yang bisa membuat perpisahan itu muncul?" ••••• Mentari kira, jalan salah yang ia ambil adalah jalan yang terbaik. Jalan yang mungkin bisa membantu dirinya dan ayahnya keluar dari jerat kemiskinan. Namun, ternyata jalan itulah yang membuat Mentari dipertemukan pada sosok Bulan. Pemuda berwajah teduh yang dikenal dengan kalimat ajaibnya. "Lakuin sekarang, belum tentu lima menit yang akan datang kamu masih hidup." Tiga Belas Misi Menuju Kebahagiaan. Begitu Mentari menyebutnya. Khusus untuk Bulan, hanya untuk Bulan, pemuda baik yang tak lain adalah kakak tingkat di kampusnya. Namun, hari-hari yang mereka lalui demi menyelesaikan misi itu membuat semesta dengan lancangnya menciptakan perasaan baru di hati Mentari. Perasaan yang tak seharusnya tumbuh, terlebih jika itu tertuju pada Bulan. Apalagi ketika Mentari sadar, bulan lebih indah bersama bintang, bukan matahari. Ketika hati Mentari kian terluka dengan rasa yang tak mungkin terbalas, semesta justru menambah luka dengan rentetan kisah masa lalu yang terpaksa harus direka ulang. Lalu, kapan sekiranya semesta akan memberi tanggal yang tepat untuk kebahagiaan Mentari? ⚠️Mengandung kata kasar dan hal-hal berbau perundungan. Do not copy my story! Amazing cover by Dhiya Moon Started : 20 Agustus 2022 Finished : 08 Januari 2023

More details
WpActionLinkContent Guidelines