Catastrophe of Magic

Catastrophe of Magic

  • WpView
    Leituras 530
  • WpVote
    Votos 81
  • WpPart
    Capítulos 11
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qui, abr 24, 2025
Karena tidak memiliki kesaktian elemen seperti Elesif pada umumnya, Genesis Henzeur dianggap sebagai pengguna kutukan. Terlebih lagi, kutukannya sangat berkaitan erat dengan sifat emosionalnya yang telah mendarah daging. Hal ini menyebabkan Genesis dikucilkan, terutama oleh keluarga bangsawan seusianya. Maka dari itu, Genesis harus belajar mengendalikan emosinya dengan benar. Sayangnya hal itu sukar untuk dilakukan, mengingat orang-orang di sekitarnya kerap membuat dirinya ingin menggetok kepala mereka masing-masing. Ditambah dengan turut andilnya anak itu dalam mengendalikan serentetan peristiwa ganjil yang berujung pada kudeta serta katastropik yang menyelimuti Grepolizh, Genesis berharap jika emosinya masih dapat dikendalikan. Gorgeous pngs by : LilithDemoness on Deviantart Gorgeous girl in picture : Amazing psds by :
Todos os Direitos Reservados
#5
kudeta
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • THE DEMONIC YOUNGEST DAUGHTER
  • HIERÂRKI | Dewasa
  • Who Is Called A Bird?!  || [Vol.1]
  • Living as a Neglected Imperial Family
  • Labyrinth Unidirectional Love [END]
  • Erina: The Curse of Light (Sudah Terbit)
  • Queen And Her Devil Boy {Completed)
  • Legend Is Back S3 (Flasback The King)
  • Seorang Penyelamat Tanpa Waktu (Fanfic TCF Terjemahan)

Aku tahu takdir memang selalu bercanda padaku, mungkin lebih tepatnya merundungku. Sedari awal hidupku tidak berjalan baik. Bukan, bukan melarat apalagi bekerja bagai kuda hanya untuk sesuap nasi, tetapi menjadi anak dari konglomerat yang meneteskan liur pada reputasi. Aku lah anak yang ditempa sekeras mungkin oleh orangtuaku untuk meraih reputasi impian mereka. Kurasa meski aku hancur berkali-kali, tumpul berkali-kali, dan berkarat berkali-kali; orangtuaku masih menarik leherku dengan paksa untuk bekerja demi reputasi mereka. Aku yang hidup seperti itu, kurasa dengan mati setidaknya bisa terbebas. Namun, bak keluar kandang buaya masuk kandang harimau, aku terbebas dari orangtuaku akan tetapi jatuh ke dalam genggaman entitas lain. Dewa yang menyeretku paksa untuk menjalani kehidupan seseorang yang kuberi iba secuil biji jagung. Libitina Kaltain. Karakter dari novel yang kubaca kala memiliki waktu luang sebiji kecil. Bukan, bukan pemeran utama yang menakjubkan apalagi pemeran penjahat. Tapi hanya pemeran pendamping yang bahkan hanya muncul sekali. Sang tumbal peperangan, keturunan yang menyedihkan dari Keluarga Kaltain. Anak yang hanya muncul saat keluarganya mengorbankan dirinya demi memenangkan peperangan. Anak yang malang, begitulah kupikir. Jika tahu rasa Ibaku yang ternyata membawaku ke sini, maka lebih baik kuludahi saja namanya. Libitina Kaltain, aku hidup kembali dalam tubuh penuh luka dan tak berdaya miliknya. Menjalani hidup menyedihkan Libitina yang bahkan lebih rendah dari budak, dianggap sampah keluarga yang tidak pernah dipandang. Aku hidup sebagai dirinya, sekaligus menanggung takdirnya yang entah apa. Bersamaan dengan kebingunganku pada Dunia dan takdirku sendiri, kata mengapa yang menggerayangi. Mau bagaimanapun aku harus bertahan di sini, meski bersamaan dengan kemarahan yang tumbuh membukit, serta dendam dan kebingunganku. Mungkin juga secuil harapanku. . _____________________ Warning: terdapat kata-kata kasar! Slow update

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo