Sosiologi vs Matematika

Sosiologi vs Matematika

  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 29, 2022
Pertemuan remaja SMA yang tidak disengaja, memberanikan diri untuk mencari tau apa nama instagramnya. "Untuk apa mendekatiku kalau kamu sendiri masih pengen bebas?" -- "Aku ga sengaja nyomblangin mereka" -- "Apa ini karma ku ya?" -- "KAMU TAU GAK!? AKU TIAP MALEM NANGIS MIKIRIN INI, AKU HARUS GIMANA!! KAMU GA PERNAH MIKIR YA?!" Sejak saat itu perubahan nya semakin drastis, bagaimana melody bisa bertahan dengan suasana yang menekan nya untuk menyudahi semua nya. "Kamu sabar dulu bisa gak?!! aku lagi berusaha anj*ng!" Di sisi lain, dengan elemen yang sama sama api apakah ada kemungkinan hubungan itu tetap berjalan? "Bangsat lo Ndy!!" --- "Lo kenapa sih sok banget nyomblangin mereka!?" Semakin panas saja kisahnya, membuat masing masing dari mereka mencari ketenangannya sendiri. Dengan perdebatan yang memerangi batin, tidak saling terbuka membuat mereka jauh. "Aku sayang sama kamu mel, tapi waktunya yang salah!" -- "Kenapa masih ada dia??" dia siapa? - lanjut baca aja yuk -
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kami yang Berdosa
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Silent, Please! (Re-up)
  • Disguise... [END]
  • CEZALINE
  • Become Baby Boy✓
  • My Panda
  • Love in Difference
  • Rinai

Arsya merupakan anak asisten rumah tangga dari keluarga Lidya. Saat Arsya berusia 11 tahun, ibunya meninggal. Lidya sudah berjanji bahwa dia akan menjaga Arsya. Namun, kedua anak Lidya-Kevin dan Clara membenci Arsya, karena menganggap Arsya merebut kasih sayang ibu mereka. Saat Arsya dewasa dan cukup matang, ia menikahi Lidya. Kedua anak Lidya-tak terima dan menentang keras keputusan sang ibu. Kakak dan adik itu semakin membenci Arsya. Keduanya selalu berusaha menyingkirkannya dari rumah. Namun, karena suatu kejadian, kebencian Clara terhadap Arsya, perlahan malah berubah menjadi cinta. ________________________ Kevin teriak, "Mama yang keterlaluan! Ma! Orang nggak tahu diri itu lebih muda dari aku, Ma! Apa Mama nggak malu? Selain karena anak pembantu, orang nggak tahu diri ini masih sangat muda, Ma! Beda jauh umurnya sama Mama. Tolong, Ma! Tolong! Sadar! Kalian itu beda jauh umurnya! Nggak pantes. Ini gila, Ma!" Lidya menahan oksigen di dalam tubuh untuk sekian detik. "Memangnya kenapa kami harus malu? Kami bukan pencuri, bukan penjahat, bukan koruptor. Apa ada larangan dalam hukum negara dan agama untuk menikah dengan orang yang berbeda jauh umurnya? "Menikah dengan seorang yang jauh berbeda umur, bukanlah hal yang memalukan, atau pun terlarang, asal keduanya sudah saling dewasa. Arsya sudah dua puluh tahun, sudah dewasa, dan pikirannya juga dewasa," jelas Lidya. Tangannya menunjuk Clara dan Kevin. "Tidak seperti kalian berdua, umur sudah dewasa, tapi tidak pernah berpikir dewasa." Kevin memutar badan, meremas kerah Arsya yang masih duduk, dan memaksanya berdiri. "Lo, dasar anak dari perempuan murahan! Makanya lo bahkan nggak tahu ayah lo itu siapa!" _________________ Cinta mulai tumbuh, ketika sudah terlarang. _________________ Original story by Haneaz. Dilarang plagiat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines