Dia Yang Tuli

Dia Yang Tuli

  • WpView
    LECTURAS 69
  • WpVote
    Votos 10
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, jun 9, 2022
WpInfo
Ficción
Romance
Bagaiman bila di sekitar kalian ada yang menyandang tuli konduktif, susah dalam pendengaran. Apakah kalian akan menghakimi kekurangannya? atau mengikuti orang-orang yang sejak lama membully dia? Kisah ini adalah nyata, di angkat dari kehidupan seseorang yang mengalami bertahun-tahun di bully, di rendahkan, di hina entah sampai kapan semua itu sirna. Inspirasi dan motivasi kalian semoga ada di dalam novel kisah nyata ini Silakan baca dengan perlahan ambil sisi baiknya. Selamat membaca teman-teman sekalian Jangan lupa vote,kritik dan sarannya ya.
Todos los derechos reservados
#10
tuli
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • From Leiden
  • Zaici Huilai
  • DANGEROUS GABRIEL | Perjodohan (Complete)
  • 2 Minus 1 [END]
  • Titik Hitam Dalam Nurani [END]
  • My Cold Husband [COMPLETED]
  • Fear Of Abandonment
  • Silence Of Tears (TERBIT)
  • NEYSHA'S NOTE

Di luar hujan rintik membasahi bentaran langit dan rerumputan yang tumbuh disekitar halaman dan ayunan. Entah pertanda apa yang mengundang cuaca sesendu hatiku selama 6 tahun silam. Senyuman-senyuman indah sudah kewajiban tersendiri bagiku untuk orang-orang yang kusayang disekelilingku. Semakin lama aku mengunyah makanan semakin deras pula hujan yang menyapa. Seperti ada yang tertarik untukku berlama-lama melepaskan kerinduan tersendiri untuk sahabat lamaku. sepertinya Allah sedang menunjukkan kesedihanku lewat cuaca. "Assalamuallaikum kio taufan." tiba-tiba suara pria mengetuk pintu rumah mereka. "Siapa itu hujan hujan bang?." tanya kiori dengan suaminya yang dia mulai berdiri untuk menuju pintu. Lalu tangan taufan cepat meraih tangan kiori agar kiori tetap berada di meja makan tetapi niatnya kuhentikan karna kulihat wajah dan mata mereka saling beradu seperti ada sesuatu yang mereka sembunyikan dariku. "Biar aku saja taufan yang membuka pintunya, akukan sudah selesai makan kalian lanjutkan saja makannya" kuraih handphoneku agar dapat berkaca untuk membenahi jilbabku yang tadinya rusak kurasa. Lalu ku buka pintu dengan pelan dan kulihat seseorang yang berdiri dihadapanku. "Asstaghfirullah Rifqy." bagaikan kilat yang menyambar jantungku, handphoneku pun terjatuh dari genggaman tanganku. "Dhe...a!" lalu dia berpaling dari hadapanku dan berlari di bawah derasnya hujan yang mengguyur halaman rumah sahabatku. berlalu menuju mobil dan sama sekali tidak mau melihatku. "Tunggu sebentar!" lalu kukejar dia mengarah mobilnya tetapi dengan tancap dia meninggalkanku dengan hujatan air hujan yang membasahi jilbab serta tubuhku, dibawah derasnya hujan yang menghujat perasaanku. Kutelungkupkan tangisanku dan rasa sesalku untuk mengejarnya, kulihat dengan samar alphard merah semakin meredup dan hilang di tikungan simpang empat. Tatap aku, rasakan tangisku rifqy....

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido