غلاف قصة MY Life بقلم bnq_qoriyah
MY Life
  • WpView
    مقروء 7
  • WpVote
    صوت 0
  • WpPart
    فصول 2
  • WpView
    مقروء 7
  • WpVote
    صوت 0
  • WpPart
    فصول 2
مستمرّة، تم نشرها في يونـ ٠٦, ٢٠٢٢
للبالغين
terlalu banyak luka.
terlalu banyak trauma.
sendirian.
tanpa cinta.
 
hidup tanpa keluarga yang utuh membuat hidupku terbiasa sendiri, terjebak dalam pikiran ingin mengakhiri hidup, membenci diri sendiri hingga tahap yang ekstrim selalu salah dalam segala hal.

mempunyai ayah yang brengsek yang meninggalkan sejuta luka juga masalah membuatku enggan membuka pintu hati untuk laki-laki, membuatku tumbuh dengan hati yang membeku. 

kenyataan aku adalah kesalahan terbesar orang tuaku, anak yang tidak diharapkan. hingga dipaksa menerima sosok laki-laki baru yang ingin aku mengisi rumahnya. trauma, rasa takut akan komitmen, tak ada kepercayaan, juga paksaan dari semua pihak membuatku semakin jatuh kejurang keputusaan tanpa diberi kesempatan untuk menyudahinya. 

mungkin kata harapan, impian, ambisi, juga kebahagian hnaya angan semu tanpa harapan.
جميع الحقوق محفوظة
قم بالتسجيل كي تُضيف MY Life إلى مكتبتك وتتلقى التحديثات
أو
إرشادات المحتوى
قد تعجبك أيضاً
Embun Pagi بقلم BagasYeni
12 أجزاء مكتمِلة
Namaku Anahita Embun Prasetyo, aku hidup dalam keluarga kurang mampu yang memiliki seorang ayah penerima jasa antar jemput cuci kendaraan dan seorang ibu rumah tangga yang sangat penyayang. diusiaku yang masih menginjak 12tahun aku dituntut untuk mandiri dalam segala hal. tidak seperti selayaknya anak berusia belasan tahun yang masih memiliki kesempatan bermain dan bermanja-manja. bahkan aku terkadang merasa iri melihat teman-temanku yang bisa bermain dan terpenuhi keinginannya, seperti memiliki sepedah, boneka, dan peralatah sekolah yang layak. sedangkan aku yang setiap harinya sepulang sekolah selalu membantu ibu menjajakan kue nya keliling kota. aku yang menginginkan sesuatu harus dengan bekerja dahulu sebelum mendapatkannya terkadang merasa dunia ini sangat tidak adil, terkadang aku berfikir kenapa semua ini terjadi kepadaku, kenapa hanya keluargaku yang tuhan hukum atas kemiskinan. tapi walau begitu aku tidak pernah ingin berputus asa, karena ibu selalu berkata jika kita ikhlas dengan cobaan yang tuhan berikan maka sedikit banyak masalah yang kita hadapi pasti akan ada jalan keluarnya, rezeki dan nasib seseorang sudah diatur sedemikian rupa oleh tuhan. dimana kita yakin bahwa suatu saat akan ada masanya kita menjadi orang sukses dan menjadi orang yang beruntung. setiap kalimat yang ibukku katakan aku jadikan sebagai motivasi diriku agar kelak aku dapat menjadi orang yang berhasil dan membahagiakan mereka. meskipun sekarang banyak sekali cacian dan makian orang yang selalu merendahkan kami, tapi aku tetap berteguh pada tekadku untuk mengejar cita-citaku. aku ingin sekali menjadi seorang penulis karya yang dikenal banyak orang dan sukses, aku ingin dari hasil kerja kerasku mampu mengangkat derajat keluarga kami agar tidak ada lagi yang menghina dan merendahkan kami.