terlalu banyak luka.
terlalu banyak trauma.
sendirian.
tanpa cinta.
hidup tanpa keluarga yang utuh membuat hidupku terbiasa sendiri, terjebak dalam pikiran ingin mengakhiri hidup, membenci diri sendiri hingga tahap yang ekstrim selalu salah dalam segala hal.
mempunyai ayah yang brengsek yang meninggalkan sejuta luka juga masalah membuatku enggan membuka pintu hati untuk laki-laki, membuatku tumbuh dengan hati yang membeku.
kenyataan aku adalah kesalahan terbesar orang tuaku, anak yang tidak diharapkan. hingga dipaksa menerima sosok laki-laki baru yang ingin aku mengisi rumahnya. trauma, rasa takut akan komitmen, tak ada kepercayaan, juga paksaan dari semua pihak membuatku semakin jatuh kejurang keputusaan tanpa diberi kesempatan untuk menyudahinya.
mungkin kata harapan, impian, ambisi, juga kebahagian hnaya angan semu tanpa harapan.
Bagaikan tenggelam dilaut yang dalam dan gelap.air terus memenuhi paru-paruku.aku tidak bisa bernafas.Aku tak mampu berenang kepermukaan,dan aku sudah tenggelam terlalu dalam.Namun,ada satu hal yang lebih menyakitkan dari semua ini.Mengetahui bahwa aku masih hidup,itulah yang lebih menyakitkan.Awalnya aku kira semuanya sudah berakhir.Namun,ada satu tangan yang meraih tanganku dan membawaku keluar dari penderitaan itu.ucapan ini untukmu yang selalu ada untukku,"terima kasih".