Cinta Masa Muda

Cinta Masa Muda

  • WpView
    Reads 58
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 15, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Namanya adalah Mamat. Mamat saja, tidak ada nama panjangnya. Mamat masih muda. Usianya baru lewat dua tahun, sejak masa akil balig. Dia bangga jadi orang Medan, meski hampir seluruh usia dia habiskan di tanah Sunda. Menjelang tahun terakhirnya di SMA, Mamat belum punya cita-cita yang pasti. Mau masuk perguruan tinggi, tetapi Mamat kurang suka belajar teori. Mau langsung bekerja, dia tak yakin bisa langsung membahagiakan sang bunda. Tetapi, cinta masa muda, memberikan mimpi-mimpi yang sebelumnya tak pernah terlintas dalam pikiran si pemuda jangkung yang rambut hitamnya ikal bergelombang. Anak bapak kos yang usianya berada 4 tahun di atas usianya, adalah cinta masa muda seorang Mamat. Hari-hari yang sebelumnya hanya seputar makan-minum, pergi sekolah, buang hajat lalu kembali pergi tidur, berubah jadi macam permen banyak rasa. . "Teteh, mau minum bajigur dulu?" Mamat yang hanya mengantongi uang sepuluh ribu, mau menjajani si calon kekasih, yang namanya selalu dia sebut-sebut dalam doa selepas salat. "Boleh, A." Irma Meila, si jelita yang berhasil membuat Mamat jatuh cinta. Selalu tersenyum, tiap kali ditawari bajigur.
All Rights Reserved
#994
chicklit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mr. Right For Now
  • Cinta Dua Negara
  • Rentetan Rasa
  • Crazy Marriage
  • Oh My Baby Girl, Im Sorry!!!
  • Gula - Gula
  • Say Bye
  • My Childish Wife [TAMAT]
  • Lala untuk Ardi | Seni Mencintai Secara Ugal-ugalan
  •  Cuman Kebetulan

[BACA SAAT ON GOING. INTERMEZZO PART DIHAPUS 1X24 JAM SETELAH PUBLISHED] May contain some mature convos and scenes. "Aku akan bayar semua hutang kamu, asal kamu menikah denganku." Aku tidak tahu bagaimana mengurus anak, juga tidak tertarik untuk melakukannya biarpun usiaku sudah menginjak 24 tahun. Tapi aku harus bisa sekarang sebagai balasan untuk perjanjian yang aku dan Ekata lakukan. Bayi di depanku ini tidak bisa dikatakan jelek. Apalagi dengan mata bulat dan besarnya, serta pipi bulat, dan rambut ikal berwarna cokelat tua. Tangannya yang seperti logo ban berwarna putih yang berlipat-lipat itu berusaha meraih mainan berbentuk bintang yang menggantung di atas kepala. Dia, Alma, lucu dan dia anaknya Ekata, suamiku. Bingung, kan? Sama, aku juga. Jadi, ini awal mula bagaimana aku, Adina, terjebak di benang kusut yang aku buat. Lalu semakin kusut setelah ibu kandung dari Alma datang dan memintanya kembali. GENG BUAYA SERIES #2

More details
WpActionLinkContent Guidelines