Namanya adalah Mamat. Mamat saja, tidak ada nama panjangnya. Mamat masih muda. Usianya baru lewat dua tahun, sejak masa akil balig. Dia bangga jadi orang Medan, meski hampir seluruh usia dia habiskan di tanah Sunda.
Menjelang tahun terakhirnya di SMA, Mamat belum punya cita-cita yang pasti. Mau masuk perguruan tinggi, tetapi Mamat kurang suka belajar teori. Mau langsung bekerja, dia tak yakin bisa langsung membahagiakan sang bunda.
Tetapi, cinta masa muda, memberikan mimpi-mimpi yang sebelumnya tak pernah terlintas dalam pikiran si pemuda jangkung yang rambut hitamnya ikal bergelombang.
Anak bapak kos yang usianya berada 4 tahun di atas usianya, adalah cinta masa muda seorang Mamat. Hari-hari yang sebelumnya hanya seputar makan-minum, pergi sekolah, buang hajat lalu kembali pergi tidur, berubah jadi macam permen banyak rasa.
.
"Teteh, mau minum bajigur dulu?" Mamat yang hanya mengantongi uang sepuluh ribu, mau menjajani si calon kekasih, yang namanya selalu dia sebut-sebut dalam doa selepas salat.
"Boleh, A." Irma Meila, si jelita yang berhasil membuat Mamat jatuh cinta. Selalu tersenyum, tiap kali ditawari bajigur.
"Emm Bang, ini gimana caranya ya? Dari tadi cuman yang nomer 6 aku kotret jawabannya ga nemu-nemu" tanya gadis SMP sambil mendekat kepadanya dengan membawa buku nya.
"Panggil nya Kak aja. Nama kamu siapa?" Tanya nya dengan pandangan melihat soal di buku gadis itu.
"Lativa Ayunda, panggil aja Ayu"
----------------------------------------
Berawal dari membantu mengerjakan tugas nya mereka menjadi akrab, ditambah lagi arshen sering bertandang ke rumah nya. Yang membuat lativa jadi tak segan lagi meminta bantuannya. Akan tetapi, keduanya harus terpisah tepat setelah kelulusan sekolah angkatannya. Arshen memilih untuk berkuliah diluar kota dan bekerja meneruskan bisnis sang ayah.
Arshen kira perasaan nya hanya rasa sayang terhadap seorang adik. Namun ternyata rasa itu semakin hari semakin tidak masuk akal apabila disebut rasa sayang terhadap seorang adik, ia berusaha keras untuk menyangkal rasa itu. Namun, rasa itu semakin besar dan menggebu-gebu terlebih ketika ia bertemu kembali dengannya sebagai mahasiswa dan dosen.
*semua pict dalam cerita diambil dari pinterest