Promise in the rain

Promise in the rain

  • WpView
    Reads 80
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 28, 2022
Daun-daun gugur menderai. Menutupi bangku yang ada di sisi utara sebuah taman yang berjarak tak jauh dari sebuah jalan. Jalan itu tak pernah lepas dari pandanganku. Pohon-pohon cemara yang kemarin tingginya tak lebih tinggi dari pohon ceri itu sudah lama ditebang. Kayu-kayu nya masih ada di sana, di sebelah pintu masuk taman yang bergapura bambu-bambu berwarna biru langit. Sedari tadi angin berhembus ganas. Daun-daun yang tadinya masih bertengger di ujung ranting, akhirnya terlepas juga. Bunga-bunga yang sewaktu aku datang masih berbaris rapi membentuk tulisan 'Taman Kaca' kini lemas tak beraturan. Di sisi langit barat, banyak awan yang menggantung berkerumun. Abu-abu warnanya. Matahari yang tadi seakan menyeringai panas, kini tertutup awan yang mungkin saja membawa kabar akan datangnya badai malam ini. Angin bertambah kencang. Air-air mulai turun perlahan. Saluran irigasi kembali pada pekerjaan semula. Aku pergi ke seberang jalan depan taman untuk berteduh di depan toko barang-barang plastik. Aku heran, pada cuaca seperti ini masih ada saja orang yang bepergian. Termasuk aku. Jalan kini basah kuyup. Banyak genangan di sana-sini. Aku berniat menunggu seseorang yang ia kupanggil Altezza. Aku selalu menunggunya di taman itu setiap televisi memberitakan akan datangnya hujan lebat. Pagi tadi, televisi di channel tiga belas memberitakan bahwa di kota ini akan terjadi badai yang lumayan besar. Suhu yang tercatat pada termometer menunjukkan angka 23°C. Badanku terasa dingin. Bajuku basah tersiram air yang dicipratkan oleh mobil yang lewat dari arah barat tadi. nama ku Aqilla faranisa, ya seorang siswi SMA, ah! Baru mau daftar. Aku ingin di kehidupan SMA ini, ingin bertemu dengan orang-orang yang lebih baik dari sebelumnya. Aku juga mempunyai seorang sahabat yang sudah lama ku kenal dari kecil.. Dia seorang sahabat yang baik, pinter, tapi sedikit nakal sih.. Namanya Hanna faradilla. Start → 14juni 2022 Instagram: Cinta anugrah wivi Instagram: Promise in the rain
All Rights Reserved
#189
kontrak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CEO itu Mantanku
  • The Rainy Nights (END)
  • Sementara [COMPLETE]
  • Hujan Bulan Juli
  • ANDRA
  • Rannia√
  • Butterfly Effect
  • SELEPAS KAU PERGI (END)

Setiap mendekati bulan Imlek, cuaca selalu hujan terus. Aku sampai kesal karena setiap hujan akan kesulitan menuju kantin dari ruang kantor ku. "Ah hujan lagi, gede banget lagi" Gumam ku. Aku menoleh kanan kiri untuk mencari payung, tetapi tak ada hasil, sepertinya sudah dipakai oleh pegawai yang lain. Yasudahlah, aku memutuskan untuk terobos hujan saja, toh, daripada aku nunggu hujan berhenti. Keburu waktu istirahat habis. Dengan bermodalkan kedua tangan yang menutupi atas wajah, aku berlari kecil menuju kantin. Namun teledornya aku, ketika tidak sengaja menabrak seseorang yang tingginya 2 kali lipat dari tinggiku. "Eh maaf maaf gak sengaja" Ucapku tanpa menatapnya. "Hati-hati makanya kalau jalan" Suara familiar yang sudah lama tidak pernah aku dengar. Aku mengerutkan dahi, dan mendongak kearahnya. Untung saja pria itu menggunakan payung. Aku langsung terkejut saat melihat seorang pria yang aku tabrak itu adalah mantanku. Namun bukan hanya aku, ia pun sepertinya juga terkejut.

More details
WpActionLinkContent Guidelines