Life will never Happen again [END]

Life will never Happen again [END]

  • WpView
    Reads 307
  • WpVote
    Votes 60
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadMatureComplete Sat, Mar 25, 2023
berjalan ke sekolah dengan Raut muka Suram, berjalan berjalan dengan mengerakkan kaki untuk sampai ke sekolah Memasuki Ruang Kelas yang Seperti biasa. Malvyn Duduk di Bangku paling belakang sebelah kanan. Malvyn Setiap Hari di Ganggu sama temannya. Dibully,Dipajak,Dipukul. Walaupun Malvyn merasa Keadaan Tidak pernah berubah Melainkan Hidup terasa Tidak ada yang sempurna... Menjelang sore Malvyn keluar dari Kelas dan menuju pulang. sesampai di gerbang Sekolah, dia ditunggu oleh teman yang sering membully dan dipalak oleh siswa lai pengen tau Nasib malvyn saat ini? Yuk ikuti ceritanya. jangan lupa vote ya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Emotion Growth A Love
  • Mr. Congkak
  • Air Mata Elara
  • AZAM : Satu Langit Dua Doa
  • Hope [END]
  • Crazy AlphaxAlpha Boyfriend
  • CHAIRMATES
  • ALVANO ALASTAR
  • Together ✓[COMPLETED]

SMA Negeri 26 Jakarta, tempat di mana segala macam tipe siswa berkumpul. Ada yang ambisius, ada yang pemalas, ada yang serius, ada juga yang kelewat santai. Di antara mereka, ada dua orang yang bisa dibilang paling sering bikin suasana kelas jadi ramai -Alvian dan Lily. Alvian, si cowok tengil yang menjalani hidup dengan santai, Hidup buat dinikmati, bukan dipikirin terlalu ribet. Tapi masalahnya, di dalam kelas yang sama, ada Lily -gadis cerewet yang nggak bisa lihat sesuatu nggak beres. PR harus dikerjain, aturan harus dipatuhi, dan yang yang bikin gregetan. Lily selalu mengkoreksi hal hal yang menurutnya salah. Sementara buat Alvian, Lily nggak lebih dari alarm berjalan yang nggak bisa dimatiin. Setiap hari, kelas jadi arena pertarungan kecil antara dua kepribadian yang bertolak belakang ini. Tapi, apa benar mereka cuma sebatas musuh debat sehari-hari? Atau justru ada sesuatu yang lain di antara mereka yang belum mereka sadari?

More details
WpActionLinkContent Guidelines