Manisnya Pesantren

Manisnya Pesantren

  • WpView
    Reads 718
  • WpVote
    Votes 121
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 29, 2023
Satu langkah lagi Fesha melangkah, ia akan menabrak seseorang yang ada di depannya. Gadis itu berdecak kesal, matanya menatap seseorang yang ada di depannya. "Ck! Kalau--" Ucapannya terhenti ketika menyadari bahwa orang yangvada di depannya adalah seorang cowok. Satu detik sempat bertatapan, namun cowok itu segera memalingkan wajahnya. "Maaf permisi, " cowok itu kembali berjalan, meninggalkan Fesha yang masih mematung. Harumnya cowok itu masih menyangkut di hidung Fesha. Gadis itu segera membalikkan badannya, mencari sosok yang tadi ada di depannya, namun cowok itu sudah menghilang terlebih dahulu.
All Rights Reserved
#54
cintadipesantren
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Dalam Iman
  • Dibalik Lencana Dan Sketsa
  • Achieve Happiness
  • Badgirl Masuk Pesantren (END)
  • Girl's
  • Uhibbuka Fillah Gus [END]
  • Gus Rezvan & Sofia
  • kisah cinta zeaka [nazea & shaka] [END]
  • Imamku Gus Killer [Terbit]

Azha tidak pernah menyangka bahwa langkah pertamanya di pesantren akan mempertemukannya dengan Muaz-santri yang dingin, pendiam, dan selalu terlihat serius dengan hafalannya. Sejak awal, mereka berada di dunia yang berbeda. Muaz sibuk dengan hafalannya, sedangkan Azha berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Namun, takdir selalu punya cara unik untuk mempertemukan dua orang yang seharusnya berjalan di jalur masing-masing. Tatapan yang tak sengaja, pertemuan di tempat yang tak terduga, hingga percakapan-percakapan kecil yang membuat Azha menyadari bahwa Muaz tidak sekeras yang terlihat. Di antara hafalan dan kesibukan pesantren, Azha mulai memahami bahwa ada jeda di antara mereka-sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Jeda itu bisa berupa harapan, doa, atau bahkan perasaan yang perlahan tumbuh namun tak bisa diungkapkan. Tapi ketika waktu mulai memisahkan mereka, Azha dan Muaz harus menghadapi kenyataan bahwa tidak semua perasaan bisa menemukan jalannya sendiri. Apakah keduanya akan tetap berada di jalur masing-masing, ataukah takdir akan membawa mereka kembali bertemu di titik yang sama? Sebuah kisah tentang perasaan yang terpendam, tentang ketulusan dalam diam, dan tentang bagaimana Allah selalu punya rencana terbaik di setiap jeda yang tercipta. 🕐 UPDATE SETIAP SELASA & MINGGU

More details
WpActionLinkContent Guidelines