LENORA HANJANI

LENORA HANJANI

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 18, 2022
WpInfo
Fiction
Historical
"Hidupku menyebalkan!!!", teriak gadis itu dalam keadaan menenggelamkan kepala di lututnya dan air mata yang menemani. "Menjadi manusia biasa emang menyebalkan, harusnya kamu lebih bersyukur hari ini", ucap seseorang tiba-tiba. Gadis itupun mendongakkan kepalanya, ia terkejut. Yang mengajaknya berbicara adalah orang buta! Benar! dia harus lebih bersyukur. Dalam sesaat gadis itu mengerutkan dahinya, dan jantungnya hampir saja lepas! "Tuannnn......!!!!", teriaknya. Sambil berlari. "oh Tuhan bagaimana ini, apa aku harus melompat? haruskah? atau aku diam saja? atau bagaimana?", netranya kembali menatap sungai di bawah jembatan itu. Ya! pria buta barusan melompatkan dirinya kesana. "bissmillah!!", ucapnya dengan sungguh dan melompatkan dirinya juga. Seketika semua kehidupan berat yg ia lalui terlintas dipikirannya. "bye ma, bye yah, bye kamu dan semua!" WARNING‼️Cerita ini terinspirasi dari moon lovers! JIKA ADA KESAMAAN YA KARENA MEMANG SAYA TERINSPIRASI DARI SANA. HEHEHE. GOMAPTA☺️💟
All Rights Reserved
#119
penjajahan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [END]
  • BALADA KEHIDUPAN
  • WEDDING VOWS
  • AKU, KAMU DAN TUHAN [END]✔
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • ALDARA
  • Silence Of Tears (TERBIT)
  • The Last Choice

Sebutan wanita rendahan yang orang lain sematkan padanya tak membuat gadis itu menyesali keputusannya. Awalnya ia berpikir demikian, sampai di mana dirinya bertemu dengan sosoknya yang bagai hutan luas. Memberikan kesan tenang diawal, namun menyesatkan saat terlalu jauh melangkah. Perasaan gelisah menghantui seolah pohon-pohon itu siap menelannya dalam keterpurukan saat tak menemukan jalan pulang. Hanya ada hijau, seperti sorot matanya yang begitu dalam. Tak sampai di situ, rentetan kejadian tak terduga yang mengubah hidup dan cara pikirnya membuat Widari menyesali pilihannya. Kata 'andai', hanya sebatas kata yang tak bisa tercapai. Kehilangan orang-orang terkasih membuatnya tersadar, kini hidupnya tak lagi berarti. Keegoisan untuk hidup berdasarkan pilihannya sendiri kini ia sesali. Sosok baru datang. Seorang yang tempat asalnya masih abu-abu, sosok yang tak bisa Widari nilai dengan mudah, punggung lebar yang berdiri di hadapannya, melindunginya tanpa alasan yang jelas, mencoba menerobos masuk tanpa ia beri kesempatan. Hingga akhirnya memilih berakhir, mengakhiri takdir menyedihkan bersamanya dalam keputusasaan dan kehilangan... ____ ____ ● Mungkin terdapat beberapa kesalahan yang tak disadari oleh penulis. ●Semua dalam cerita hanya fiksi semata dan tak ada sangkut pautnya dengan kehidupan asli seseorang. ____ ~JANGAN LUPA MENINGGALKAN JEJAK SETELAH MEMBACA, BERUPA VOTE & KOMEN~ ----- Cerita yang saya buat semata-mata hanya untuk dinikmati dan tidak untuk menyinggung pihak mana pun. Maaf jika ada salah yang tidak saya sengaja ataupun tidak saya ketahui. ----- PERINGATAN! CERITA YANG SAYA BUAT MURNI PEMIKIRAN SAYA SENDIRI. JADI TOLONG JANGAN COPY CERITA INI DENGAN ALASAN APAPUN! PLAGIAT HARAP MENJAUH! ___ NOTE : JIKA TIDAK MENYUKAI WATAK KARAKTER DALAM CERITA INI DIPERSILAHKAN UNTUK BERHENTI MEMBACA ATAU BACA CERITA SAYA YANG LAIN. ____ Publikasi: 15-05-2024 ____ Pictures: Canva & AI

More details
WpActionLinkContent Guidelines