We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Anagapesis

Anagapesis

  • WpView
    Reads 59
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 9, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
"Kalau nggak mau kecewa sama manusia, lo harus bisa berdiri di kaki lo sendiri!" Retaknya pertemanan, percintaan, dan keluarga terjadi oleh Eunoia Korlena dalam satu waktu. Hatinya dibombardir terus menerus sampai babak belur. Dalam keadaan kacau dia dipertemukan dengan laki-laki yang bermulut tajam. Namun, aneh. Perkataan tajam itu malah membuat Eunoia bangkit. Lantas, apakah laki-laki itu memang baik? Atau hanya akan menambah luka Eunoia hingga berujung maut? *** Cover by pinterest DILARANG PLAGIAT!!! FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA Written by chocolavan
All Rights Reserved
#84
independent
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lautan tak berujung
  • Dear London [COMPLETED]
  • ABLUVION {COMPLETED}
  • ELVANO
  • Just Friends✔
  • HIDDEN I (The End)
  • ILUNGA √
  • Strong Girl Michella (END)
  • Halcyon
  • Full Of Scratches

"Rumah tidak harus berbentuk bangunan. Kamu, bisa anggap aku rumah, tempat mu kembali, tempat mu berpulang, dan tempat mu mengadu keluh kesah." -Baskara Evandro Xavier "Peluk luka ku, obati, dan jaga aku." - Lunabelle Vynessa Elwuriana. ..... Bagi Luna, mengenal Baskara merupakan anugerah terindah dalam hidupnya. Baskara datang membawa warna di hidupnya yang suram. Namun, "Luna, CUKUP!" teriak Baskara. Tapi Luna malah ngelirik dia sambil ketawa pelan. Senyum miring. Pandangan gila. "Apa lo takut, Bas? Takut gue lebih deket sama mereka daripada sama lo?" Detik itu juga... Plak. Baskara nampar Luna. Keras. Sampai Luna jatuh terduduk. Reno langsung maju, tapi Baskara udah mundur beberapa langkah. Muka Luna diem. Nggak nangis. Nggak kaget. Dia cuma senyum lagi. Lebih gila. "Lo akhirnya berani juga mukul gue ya..." Baskara gemetar. Tangannya masih ngangkat, tapi sekarang dia liatnya bukan Luna lagi. Yang dia liat cuma bayangan seseorang yang udah hilang. "Gue nggak bisa terus begini," suara Baskara berat. "Gue udah nyoba, Lun. Tapi lo nggak mau ditolong. Lo malah tenggelam. Dan sekarang lo narik gue juga." Luna diem. Baskara mundur, nafasnya berat. "Apa pun yang kita punya... sekarang udah nggak ada." Lantas bisakah keduanya tetap bersama?

More details
WpActionLinkContent Guidelines