We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Dream (In A Forest)

Dream (In A Forest)

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Tue, Dec 26, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Familiar. Itulah perasaan yang aku rasakan saat pertama kali melihatnya. Apakah dia seseorang yang pernah aku temui sebelumnya? Tapi, di mana? Aku pernah tersesat di dalam kegelapan hutan sendirian. Apakah di sana? Warning !! Semua isi cerita ini murni milik saya sendiri sebagai pengarang. Alurnya yang singkat, padat & cepat. Karakter lamanya yang kembali dihidupkan di cerita baru. Just a short story. Teen fiction with a little romance. Hope you enjoy it! 😉
All Rights Reserved
#450
kingdom
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ZEPHYRVILLE: KAEL BUMIANTARA
  • Matahari Kecil
  • Rainbow on The Lake (Prekuel of Soul in Seoul)
  • Shorts Story
  • And Then You Came (Completed)
  • Growing
  • Learning to Fall (Completed)
  • ZIVANA(ON GOING)√
  • Gleaming
  • Memories in Moon

Empat tahun yang lalu, ada satu tempat yang tidak akan kamu temukan di peta mana pun. Namanya hanya dibisikkan oleh mereka yang masih mengingat, dan bahkan mereka pun tak selalu sepakat tentang letaknya. Tapi bagi saya, tempat itu nyata. Karena di sanalah, sebuah memori singkat tercipta, memori tentang Kael Bumiantara. Tak banyak yang tersisa dari masa itu. Hanya serpihan kenangan yang muncul seperti kilasan dalam mimpi, begitu cepat datang, dan lebih cepat lagi pergi. Namun dari semua yang pernah terjadi, kehadiran Kael adalah yang paling sulit dilupakan. Ia bukan sosok yang mencolok. Ia tidak datang membawa cahaya atau suara. Justru karena itulah ia membekas. Empat tahun telah berlalu sejak saat itu. Dunia telah banyak berubah. Orang-orang datang dan pergi, musim berganti tanpa peduli. Namun memori itu tetap tinggal, tentang hari-hari singkat bersama Kael, tentang tempat yang tak bisa disebutkan namanya, tentang sesuatu yang mungkin hanya kami yang pernah merasakannya. Kadang saya bertanya, apakah semua itu sungguh pernah terjadi? Ataukah hanya ilusi yang ditinggalkan oleh waktu? Tapi hati saya tahu: ada satu masa, satu tempat, dan satu nama. Kael Bumiantara, yang pernah mengubah segalanya, meski hanya sebentar.

More details
WpActionLinkContent Guidelines