Satu Tuju(h)

Satu Tuju(h)

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 29, 2022
Jika kita tak lagi satu tuju, bukankah kita masih bisa menghabiskan waktu bersama walau sebentar saja? Ini tentang Amanda dan Nala. Dua sejoli yang berbeda tapi tak bisa dipisahkan begitu saja. Banyak suka dan duka yang mereka lalui bersama. tapi sesuatu yang buruk terjadi tepat beberapa hari sebelum ulang tahun Amanda. Lantas apa yang terjadi? Bagaimana nasib kedua pertemanan ini? temukan jawabannya dan jadilah salah satu saksi bisu kisah persahabatan mereka.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALTRUIST
  • Javas Drexzer [END]
  • My Dilemma [Re-Publish]
  • The Boat of Blossoms
  • SACRIFIER | ONGOING and REVISION
  • NALA KEENARA [Hiatus]
  • Mencintai Dalam Diam
  • SAGARARUNA (TERBIT)
  • Another Pain (END) ✔
  • Bestfriend & Love | √
ALTRUIST

Dimulai dari Nael anak berumur 9 tahun, yang harus mengikuti orang asing untuk tinggal bersamanya karena keluarganya, yang ternyata keputusannya untuk meningggalkan mansion yang ia anggap sebagai neraka malam itu, mengubah hidupnya, hidupnya yang semula redup kini mulai berwarna. -------- Ditengah malam yang sunyi di tengah hutan, lebih tepatnya mansion yang ada di tengah hutan, dentuman suara tembakan dan jeritan memilukan memecah keheningan. Langkah Seorang anak kecil berjalan masuk ke dalam mansion besar di depannya. Sepatunya tenggelam dalam genangan darah yang membanjiri halaman. Wajah manisnya tak menunjukkan rasa takut sedikitpun. Langkah kaki kecilnya terlihat tenang dan wajahnya yang terlihat manis itu menatap kosong saat ia melihat halaman mansion yang sangat berantakan. Banyak darah dimana-mana, tubuh tubuh yg ia yakini adalah para bawahan keluarganya. Nael Arthemis Evandria, anak sulung keluarga Evandria, berjalan melewati tubuh-tubuh tak bernyawa yang berserakan. Darah segar mengalir di bawah kakinya, bercampur dengan tanah basah dan daun-daun yang terinjak. Bau logam menusuk hidung, tetapi bocah itu tetap tak terpengaruh. 'Masalah apalagi sekarang.' --------- Ikuti terus kisahnya..

More details
WpActionLinkContent Guidelines