Be Yours

Be Yours

  • WpView
    Reads 37
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 8, 2022
Untuk ke-3 kalinya dalam 1 semester, Lea dan Ezra dimasukkan ke dalam kelompok yang sama. Awalnya sih, cuman sekedar chat-an bahas tugas, kok malah jadi kayak pendekatan, ya? --- Di pertengahan semester 1, kelas Lea kedatangan siswa pindahan di kelasnya. Anak laki - laki pindahan itu, sifatnya cukup membuat Lea penasaran. Ezra, namanya. Ezra ini, dikenal sangat pendiam, Lea yang notaben anak kepoan dan gak bisa diam, akhirnya mencoba kenalan dengan si cowok yang gak pernah lepas dari hoodie warna abu - abunya itu. "Hi, Ezra. Kenalin, gue Lea, absen 8." Dan setelah mengucapkan itu, yang dipanggil Ezra hanya membalas uluran tangan Lea dan mengangguk pelan. @GGUMANG, 2O22
All Rights Reserved
#232
ringan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Bully My Obsession (GxG)(Season 1)
  • Elvina [COMPLETED]
  • Air Mata Elara
  • LABIRIN TAKDIR
  • Forever Friends ( End )
  • REANA [SELESAI]
  • [RWS#1] I'M NOT STUPID (END)
  • KAIRONA
  • MY ADORABLE NEIGHBOR

Celine adalah sosok yang paling ditakuti di kampus-cantik, berprestasi, dan tak tersentuh. Tapi di balik semua itu, dia juga dikenal sebagai seorang bully yang selalu menargetkan mahasiswa pendiam dan kutu buku. Sera, mahasiswa tahun pertama yang tertutup, menjadi korban favoritnya. Berkacamata tebal, rambut selalu dicepol, dan lebih nyaman dengan buku dibandingkan manusia. Celine dan gengnya sering menjadikan Sera sebagai bahan ejekan, menarik rambutnya, menyembunyikan kacamatanya, atau sekadar membuat harinya sial. Tapi suatu hari, semuanya berubah. Saat Celine tanpa sengaja melihat Sera tanpa kacamata dan cepolannya, ada sesuatu yang mengusik dirinya. Bully yang ia lakukan tetap berlanjut, tapi semakin aneh-sentuhan yang lebih lama, tatapan yang tak bisa dijelaskan, dan bisikan yang terdengar seperti ancaman, tapi terasa berbeda. Sera membenci Celine. Tapi kenapa tatapan itu... malah membuatnya bingung? Di antara kebencian, ketakutan, dan rasa yang tidak seharusnya ada, keduanya terjebak dalam permainan yang semakin sulit dihentikan. Apakah Sera hanya korban, atau Celine sebenarnya yang lebih terikat dalam obsesi ini?

More details
WpActionLinkContent Guidelines