Story cover for EPILOG by VitaSavidapius
EPILOG
  • WpView
    Leituras 83,505
  • WpVote
    Votos 9,776
  • WpPart
    Capítulos 44
  • WpView
    Leituras 83,505
  • WpVote
    Votos 9,776
  • WpPart
    Capítulos 44
Concluída, Primeira publicação em jun 07, 2022
Pertemuan tak terduga dengan mantan suami  tiba-tiba membuat Indira meragukan keputusannya berpisah dengan Yasa. Terlebih sang mantan membawa perempuan yang menjadi penyebab perpisahan mereka sebagai calon istri. Hati Indira membara. Seperti dendam yang tersulut dan harus dituntaskan.

Tapi untuk apa semua ini?

Benarkah hanya sebatas dendam jika cinta saja sudah tidak ada?

Atau kah ini sebuah rindu yang harus diselesaikan?
Kisah mereka memang sudah berakhir, tapi Tuhan masih mengirimkan epilog sebagai penutup.
Todos os Direitos Reservados
Índice
Inscreva-se para adicionar EPILOG à sua biblioteca e receber atualizações
ou
#278novelwattpad
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
Talvez você também goste
Slide 1 of 9
DALAM DETAK (SELESAI) cover
Wanita Kedua cover
Denyut Waktu (TAMAT) cover
Our Hope cover
7th Anniversary cover
Behind Our Eyes  cover
DIA KEMBALI (Completed) cover
Unwanted Wedding cover
Angel To Raya (END) cover

DALAM DETAK (SELESAI)

7 capítulos Concluída Maduro

[ CERITA DIPRIVASI ] Semua orang berlomba bergaya, bekerja, berkomunikasi demi mendapatkan satu rasa yang disebut; Cinta. Hingga lupa pada takdir yang tak selalu menuruti kehendak, sebab ada empunya. Kalau saja cinta selalu seindah bait puisi milik Penyair ternama, mungkin perjuangan benar tak ada artinya. Namun, lagi-lagi, konspirasi alam tak pernah memiliki jadwal. 'Ia' berputar semaunya. Mengitari manusia yang tanpa tahu malu terus berangan. Atau ... justru mendukung mereka para pesimis. Apakah ketika mencintai, kau selalu siap dengan patah hatinya? Hei, kedua hal itu adalah paket wajib yang tak akan bisa kau pilih salah satu. Percayalah, senikmat apa pun cinta yang kaurasa hari ini, kelak alam akan memintanya untuk menghancurkanmu. Menjadi kepingan raga, rasa yang hancur dan kau menderita. Apakah menakutkan? Tidak. Karena manusia selalu merasa dirinya yang terhebat. Berpikir mampu bertahan dalam duka yang teramat. Berangan mampu mengubah cinta menyiksa menjadi bahagia penuh euforia. Bukankah manusia itu makhluk paling serakah? Ia tidak pernah berpikir, kalau segala sesuatu memiliki batas. Kecuali, Sang Pencipta. Maka, beginilah ritmenya; Cinta-->Bahagia-->Jenuh-->Luka-->Mengakhiri/Memperbaiki? Selamat Membaca! Salam, Curious_ Ditulis-Diakhiri: Maret 2017