KASHMIR
  • WpView
    Reads 450,961
  • WpVote
    Votes 27,439
  • WpPart
    Parts 123
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 28, 2024
Menjadi pengantin dari kerajaan yang wilayahnya telah ditaklukkan bukanlah keinginanku. Lantas bagaimana jika kerajaan yang aku masuki ini belum memiliki pewaris untuk mengisi kekosongan tahta selanjutnya? "Yang mulia, jika ratu pertama tak memiliki pewaris bagaimana mencobanya pada ratu kedua?" tawar seorang perdana menteri yang usianya bahkan sudah seperti tuanya bangunan istana. Raja yang mendengar itu langsung bangkit dan menarik pedangnya. "Berani sekali kau merendahkan ratuku hanya demi pewaris," tekan sang raja pada menteri itu, jangan lupakan sebilah pedang yang ia tempelkan dilehernya. "Ampun yang mulia," ucap perdana menteri itu dengan gemetar. "Bagaimana pewaris bisa lahir di rahim wanita yang berbeda kepercayaan dengan kita," jawab sang raja sambil mentap tajam ke bilik wanita.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Untold Of Kingdom  [On Going]
  • Prahara Pernikahan Praya (KaryaKarsa)
  • The Impossibility
  • The Queens [COMPLETED]
  • Gandakusuma
  • MY KING MY ENEMY (TAMAT) ✓
  • Love that grows in the kingdom
  • Kebangkitan Kembali Permaisuri Lian Ruo
  • Hema Akasha.[Telah Terbit]

{Fantasy - Fiction} Ketika situasi yang terbilang nyaman dan mewah itu terdapat sebuah kasus lama yang menggantung. Perasaan lama mengenai kehilangan pada seorang pangeran mahkota membuat banyak otak mencoba menggoyahkannya. ‎ ‎Di balik dinding tebal dan gerbang emas, rakyat selalu mengintip akan pemikiran pemerintah. Sebab banyak mata yang terpejam sehingga tak memperdulikan mereka. ‎ ‎Pangeran mahkota itu berserta adiknya perempuan mencoba untuk mengulurkan tangan tapi tangannya kini telah dipatahkan oleh para otak licik. ‎ ‎____________________ ‎ ‎"Diam dan menyerahlah Putri!" seru seorang prajurit berjubah gelap, "serahkanlah dirimu supaya rakyatmu tidak akan ku hancurkan." ‎ ‎Putri itu tersenyum miring, "kau mengancam ku dengan atas nama rakyat, CIH!" ‎ ‎♦ • ♦ • ♦ ‎ ‎"Tentukan posisi mu pangeran, apa kau masih ingin menjadi saudara ku atau menjadi musuh istana?" ‎ ================== First Chap : 20/05/25 Last Chap : Attention : Jika ada kesamaan adegan dalam cerita, konflik atau tema yang sama pada karya lain. Mohon maaf ini adalah ketidaksengajaan dan tidak ada unsur plagiarisme. Mohon untuk teliti dalam membaca suatu karya orang lain.

More details
WpActionLinkContent Guidelines