We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
KASHMIR
  • WpView
    Reads 452,580
  • WpVote
    Votes 27,443
  • WpPart
    Parts 123
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 28, 2024
WpInfo
Fiction
Historical
Menjadi pengantin dari kerajaan yang wilayahnya telah ditaklukkan bukanlah keinginanku. Lantas bagaimana jika kerajaan yang aku masuki ini belum memiliki pewaris untuk mengisi kekosongan tahta selanjutnya? "Yang mulia, jika ratu pertama tak memiliki pewaris bagaimana mencobanya pada ratu kedua?" tawar seorang perdana menteri yang usianya bahkan sudah seperti tuanya bangunan istana. Raja yang mendengar itu langsung bangkit dan menarik pedangnya. "Berani sekali kau merendahkan ratuku hanya demi pewaris," tekan sang raja pada menteri itu, jangan lupakan sebilah pedang yang ia tempelkan dilehernya. "Ampun yang mulia," ucap perdana menteri itu dengan gemetar. "Bagaimana pewaris bisa lahir di rahim wanita yang berbeda kepercayaan dengan kita," jawab sang raja sambil mentap tajam ke bilik wanita.
All Rights Reserved
#464
historical
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Exiled Queen (TAMAT) √
  • CHARTREUSE
  • ᴍʏ ʜᴜꜱʙᴀɴᴛ ʟᴏʀᴅ ᴛʜᴇ ᴅᴀᴠɪʟ// Tahap Revisi
  • The Impossibility
  • Love that grows in the kingdom
  • The Queens [COMPLETED]
  • Tahta Emas Dan Darah
  • Prahara Pernikahan Praya (KaryaKarsa)
  • The Untold Of Kingdom  [On Going]
  • Aswawarman: The Lost Inscription [TERBIT]

First historical-fantasy Romance by Me! *** "Kenapa kau tampak begitu tenang, heh?" desisnya tepat di wajah Sang Ratu. "Kau bahkan memberikan obat subur untuk kami. Apa kau tidak takut posisimu akan tergulir jika aku memiliki anak dari selir lain?" napas Ghaozen bahkan terasa begitu tergesa di wajah cantik dan lembut milik Yueyin. Yueyin justru tersenyum tulus, "Saya yakin, tak lama lagi tempat saya akan berganti. Lalu, apa yang harus saya takutkan?" Ya benar, apa yang harus ditakutkannya? Karena sejak kecil Yueyin di didik tidak untuk menjadi orang yang serakah. Tidak untuk menjadi orang yang naif dan munafik. Ia bahkan sebisa mungkin hidup jauh dari jangkauan istana, namun sialnya pekerjaan sang ayah membuatnya terjebak dengan Raja saat ini. Raja yang dikenal berhati iblis! Istana adalah tempat yang mengerikan! Jauhi sebisa mungkin, Yueyin. Itu adalah pesan terakhir sang ibu padanya sebelum ibunya bunuh diri akibat perceraian dan fitnah kejam dari istana oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab. "Kau lancang, Ratu!" Ghaozen semakin mendekatkan wajahnya dengan wajah Yueyin. Menatap bibir merah muda Yueyin yang tampak menggoda begitu membangkitkan hasratnya sebagai lelaki jantan. Namun, ketika kedua bibir itu nyaris menyatu, Yueyin lebih dulu memalingkan wajahnya. Membuat Ghaozen tersenyum sinis dan berbisik pelan, "Rumor itu beredar salah. Bukan aku yang tidak pernah mengunjungimu, Yueyin. Tapi, kau yang selalu menolak kehadiranku!" gumamnya sebelum keluar dari kediaman Yueyin dengan langkah lebar.

More details
WpActionLinkContent Guidelines