Dulu di bully sekarang jadi pembully. Dulu di rendahkan sekarang di segani. Dulu di hina sekarang di kagumi. Roda kehidupan memang terus berputar, yang dulunya baik pasti bisa menjadi jahat.
Rossaline Amara. Cewek culun yang selalu di panggil cupu, siapa sangka bisa berubah menjadi cantik dan pemberani. Satu-persatu orang-orang yang dulu menyiksanya dengan kejam ia balas dua kali lipat lebih kejam.
Biarpun jelek dan selalu di bully, dulu Rossa punya pacar. Ganteng, ketua osis, kapten futsal, tipikal cowok Most Wanted di sekolah. Bara Mahendra namanya.
Cukup aneh memang cowok sesempurna Bara mau berhubungan dengan cewek culun seperti Rossa. Bahkan hubungan mereka pun tidak ada yang mendukung, kecuali keluarga keduanya. Banyak orang berusaha memisahkan mereka, namun nyatanya cinta Bara benar-benar tulus.
Sampai akhirnya perubahan Rossa merubah segalanya. 2 tahun mereka berpacaran, tiba-tiba berubah menjadi mantan dalam sekejap. Rasa yang masih ada, namun ego menutupinya.
"Kita putus aja ya, Bar? Kita udah gak searah lagi,"
"Segampang itu kamu ngomong putus? Kita udah ngelaluin banyak hal bareng, Rossa."
"Karna itu seharusnya kita emang gak boleh bareng dari awal. Terlalu banyak masalah dalam hubungan kita, Bar. Aku capek, hati aku juga butuh istirahat."
"Oke, aku ngerti. Tapi, apa masih boleh aku berharap jika suatu saat nanti kita balik lagi?"
Dari sanalah cerita baru di mulai. Rossa yang sudah berubah menjadi incaran laki-laki, kini harus dibuat bingung sendiri oleh hatinya.
Setelah Bara, dua cowok Most Wanted dengan kepribadian yang berbeda itu juga sempat berpacaran dengan Rossa.
Biarpun hanya beberapa bulan, tapi mereka sama tulusnya, bahkan dulu juga tidak pernah ikut menyaksikan atau membully Rossa. Hatinya mulai bimbang, tiga cowok yang tidak pernah menyakitinya kini harus ia lepaskan untuk memilih salah satu di antaranya.
Ketiganya sama-sama pandai membuat Rossa nyaman dan bahagia. Haruskah ia memilih atau malah melepaskan semuanya?
Aku nggak pernah nyangka hidup gue bisa berubah drastis cuma dalam tiga hari. Dulu gue Aria yang gemuk, pemalu, dan lebih sering ngumpet di balik punggung Alice atau Tessa kalau ada cowok ganteng lewat. Tapi sekarang? Semua mata ngelirik ke arah gue setiap gue jalan di koridor sekolah. Padahal gue nggak pernah minta buat jadi pusat perhatian. Gue cuma... kehilangan berat badan karena sedih nonton film BL favorit gue. Kedengarannya konyol, ya? Tapi kenyataannya, tangisan dua hari lebih itu ngubah seluruh penampilan gue. Dan parahnya, sekarang mama sama abang gue aja sempat nggak ngenalin gue.
Yang lebih aneh lagi, cowok-cowok yang dulu cuek sekarang mulai mendekat. Chris, cowok basket yang dulu ngelempar bola ke kepala gue, sekarang malah ngajak kenalan. Melker, yang biasanya dingin kayak kulkas dua pintu, tiba-tiba jadi perhatian dan mau ngobrol. Dan Adrian... dia kayak punya radar khusus buat bikin gue salah tingkah setiap detik. Bahkan candaannya yang ngeselin aja bisa bikin jantung gue deg-degan. Gue bingung harus senang atau takut. Karena gue masih Aria yang sama di dalam, cuma dunia di luar yang kelihatannya mulai berubah.