We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Wonderland [Case 1]

Wonderland [Case 1]

  • WpView
    Reads 102
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 14, 2023
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Yah, aku tidak pernah mendengarnya sebelumnya, tapi itu terdengar omong kosong yang tidak biasa. -Mock Turtle dalam Alice in Wonderland- Kedai es krim di ujung jalan, dengan papan nama bertuliskan "Wonderland" menggantung dengan begitu noraknya. Gaya jadulnya tidak pernah berubah, bahkan rasa es krimnya tidak bisa mengalahkan es krim yang dijual di minimarket. Tapi, ada rahasia di dalamnya. Sebuah tiket bertuliskan "invitation" akan memandumu menyelesaikan masalahmu. Ketuk bel di depan meja, maka seorang pelayan dengan topeng kelinci putih juga jam saku yang begitu mencolok akan menyambutmu. "Do you have invitation?" Jadilah, Alice dan kami akan menyelesaikan masalahmu. "Bagaimana kamu tahu aku gila?" "Kamu harus gila untuk datang ke sini," Seseorang dengan topeng kucing juga bando telinga kucing tersenyum licik. • • • Lima anak remaja itu menghela napas lelah. Dilemparkannya pistol yang sejak tadi mereka genggam. Lumuran darah di sekujur tubuh masih mengalir. "Segera bersihkan diri kalian, kita kedatangan tamu di Wonderland." "Cih, kenapa bos memakai nama itu untuk markas kita." "Entahlah, terlalu norak untuk dijadikan penyamaran." Yah, ini bukan kisah fantasi tentang seorang perempuan yang jatuh di dunia lain atau dimensi lain. Ini tentang lima remaja yang menjalankan misi dari permintaan pelanggan mereka di Wonderland. s t a r t : 8 J u n e 2 0 2 2 e n d : ? - semua gambar diperoleh dari pinterest dengan beberapa pengubahan © RedPumpkin
All Rights Reserved
#26
alice
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Enemy in My Bed - #hackerseries 2.0 [✅] 🔚
  • Stay (Away)
  • Recurring Abyss | Volume 0
  • The DARK SWEET [Girls Knight #4]
  • possessive Alejandro
  • Taste Of Love
  • EDELINE [END] [TELAH TERBIT]
  • Regulation of Vampire [END-Part Masih Lengkap]
  • The Wolf & Prince - Tale of Two World [END]

Sebagian besar part diunplublis untuk kepentingan penerbitan ________________ This is a SEQUEL of "Are You a Criminl?" ACTION - ROMANCE (ekstrim) _________________ "John." "John." "Bantu aku mengangkatnya." Sayub-sayub aku mendengar kalimat itu. Suara lembut, juga, ya, sexy, dan aku baru pertama kali mendengar suara yang begitu memikat itu. Sepertinya dia cantik, mungkin sangat cantik. "Cepatlah, aku tidak dapat menahan tubuhnya lagi." Kini, nada suara yang begitu khawatir, sangat khawatir kembali terdengar. Oh God, siapa yang begitu mengkhawatirkanku selain keluargaku? Siappun dia, aku yakin dia dewi penolongku malam ini. Sekali, dua kali aku merasakan dadaku ditekan. Entah berapa kali hingga cairan bening keluar dari mulutku. Perlahan oxygen kembali memasuki hidungku hingga ke paru-paruku. Belum ada apapun atau siapapun yang aku lihat, mataku masih terpejam dengan sempurna, namun aku yakin pendengaranku bekerja dengan baik sekarang. Dan suara lembut juga sexy yang beberapa kali aku dengar adalah nyata. "C'mond c'mond c'mond. Bernapaslah." Kini, tangan lembut itu menepuk-nepuk pipiku, sesekali menekan rahangku. Sekali, dua kali mataku mulai mengerjab-ngerjab hingga terbuka dengan sempurna. Bloody h*ll, she's so beautiful. "Thank God," ucap gadis itu dengan senyum. Bukan hanya suara, bibir yang bergerak pelan, tepat di depanku itu, juga terlihat begitu sexy. Baru kusadari kepalaku berada di pangkuannya, tubuhku juga pakaianku begitu basah dan aku masih terbaring tanpa tenaga sedikitpun. Sama sepertiku, tubuh juga pakainannya basah kuyub. Okay, wajah cantik itu menunduk, begitu dekat dengan wajahku, sepuluh senti meter, mungkin. Oh God, jangan katakan dia salah satu malaikat cantik yang menjemput nyawaku, yang telah mambawaku ke surga. Namun, semua ini terasa begitu nyata. "Is this heaven?" tanpa sadar aku bergumam. Dalam detik yang sama, tawa kecilnya mulai terdengar. For God sake, siapa makhluk cantik ini?

More details
WpActionLinkContent Guidelines