I HAVE BIPOLAR

I HAVE BIPOLAR

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 9, 2022
WpInfo
Non-Fiction
Bantal yang selalu menjadi dekapan untuk menahan rintihan, selimut selalu mengusap titik demi titik yang lolos dari mataku, kasur yang menjadi tempat pelampiasan amarah bahkan diriku sendiri yang terkadang menjadi luapan tersebut. Kini sosok tersebut penuh dengan luka, lebam bahkan bengkak. Bahkan tanganya menjadi kanvas untuk menciptakan karya yang hanya penuh warna merah. Pipi yang seharusnya diusap lembut namun menjadi tempat tamparan dirinya sendiri dan rambut yang dulunya ia belai kini sekali tarik puluhan rambut tersebut jatuh ke lantai yang dimana penuh tetesan darah segar. Tubuhnya kini tak sehat seperti dulu dan senyuman yang selalu ia perlihatkan tak seindah dulu. Akankah sosok tersebut akan kembali seperti dulu?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • alxendric and his wounds
  • seribu tanya tak terjawab
  • Unfinished Goodbye
  • CARAKU MENINGGALKANMU
  • Backstreet
  • All of the stars [Bulan's]
  • THE ROOM
  • AKU ADALAH AKU: Bukan Dia Seperti Yang Kau Puja (END)
  • TAK BERSAMBUT

senyuman itu tawa manis itu tingkah laku itu dia merindukannya,dia obatnya,gadis penyuka mawar merah,berpisah sedari kecil membuat lukanya tak terobati hingga saat ini menangis?tertawa?tersenyum?bahagia? itu tak pernah ada lagi dalam rumus Al,semuanya gelap,tidak ada sahaya,berlari sejauh mungkin,hanya kekosongan yang ada,mental sudah hancur,tak ada sedikit titik kebahagiaan,gelap,jauh tanpa ujung. kemana cahayanya pergi?kemana obatnya pergi,dimana dirinya menemukan jalan keluar?.

More details
WpActionLinkContent Guidelines