
•PERHAPS LOVE• Divya tahu seperti apa pesona Rayi di antara mahasiswa Sastra Indonesia. Jika ketampanan adalah poin utamanya, maka attitudenya mungkin adalah poin tambahan yang akan menyempurnakan pesona pemuda itu. Divya akui, Rayi adalah yang paling tampan di angkatannya, atau bahkan di kampus mereka? Kaum hawa juga pasti mengakui itu. Tapi tidak ada yang spesial di antara mereka, bagi Divya ataupun bagi Rayi, sejauh ini. Sebatas senior-junior, sesama anggota himpunan, tidak ingin dilebih-lebihkan pula. Bagi Divya, mereka itu seperti dua kutub magnet yang saling menjauh. Semua datar-datar saja, seperti tenang sebelum badai, sampai Rayi tiba-tiba menunjukkan ketertarikannya pada Divya. Dari Rayi yang ketus dan selalu membentak tiap kali melakukan kesalahan, menjadi Rayi yang kerap memberikan perhatian perhatian kecil yang samar(CC) Atribusi-ShareAlike
1 bahagian