Baihaqqi: Guru Honorer

Baihaqqi: Guru Honorer

  • WpView
    Reads 104
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 9, 2022
Pak Baihaqqi seorang guru honorer di SMA 13 Harapan. Dirinya sudah mengajar hampir 15 tahun tetapi tidak masuk ke dalam honorer Kategori 2 (K2). Di tahun 2022 ini pula, ia tidak termasuk ke dalam daftar yang bisa mengikuti seleksi Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CPPPK). Di sekolah, Pak Baihaqqi bekerja sebagai pesuruh. Bu Nurma, Bu Rosmala, Pak Adam, guru-guru lain, dan sampai Pak Kepala menyuruh dirinya mengerjakan tugas yang bukan tanggung jawab. Ia dituntut untuk profesional layaknya pegawai negeri tetapi tidak mendapatkan bayaran yang setimpal. Bu Nurma adalah Waka. Kurikulum yang seluruh pekerjaannya dikerjakan oleh Pak Baihaqqi. Bu Nurma dengan bangga diri memamerkan pekerjaan tepat waktu kepada Pak Kepala, sedangkan dirinya tidak pernah memedulikan tanda X di buku piket masuk kelas atas nama Pak Baihaqqi. Anak-anak sering merundung Pak Baihaqqi, misalnya. "Pak, kenapa belum kawin?" "Pak, jangan banyak protes kalau cuma guru honorer!" "Pak, kalau tinggi jangan serumput, lihat kami setiang listrik!" Pak Baihaqqi tetap sabar. Ia masih punya teman mengadu keluh kesah, Muhammad Iqbal yang setia membantu materi dan moril. Sabda Ahmad yang menjadi kawan dalam duka meskipun sering mencurahkan isi hati terlambat dibayar sertifikasi. ***
All Rights Reserved
#588
guru
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Freaky Family [END]
  • We Are Abu-Abu!!!
  • Bisakah Aku Bahagia? (END)
  • LYVARU
  • Sailing With You [END]
  • SENI MEMAHAMI HATI ISTRI
  • Menjemput Tulang Rusuk
  • DIKANESHA

Cover by Linda112 (Pinterest) Menikah dengan seseorang yang lebih tua 8 tahun dari dirinya, membuat Umayma sedikit merasa minder jika dibandingkan dengan banyaknya wanita matang dari segi umur yang mendekati sang suami, apalagi profesi sang suami yang menjadi CEO muda di salah satu perusahaan besar yang diwariskan untuk lelaki itu. Tak ayal, Umayma sering kali melimpahkan keluh kesahnya pada sang suami yang sebenarnya tidak tahu kenapa istri kecilnya itu sering kali overthinking tentang dirinya. Huhu! Ini bukan sepenuhnya tentang perjodohan, karena sebelum menikah mereka sudah saling mencintai dan sepakat untuk melikah setelah Umayma lulus dari sekolah menengah akhir. ••• Meskipun begitu, Umayma dan Ilker memilih untuk menunda kehamilannya, karena Ilker ingin menstabilkan perusahaan yang ia bangun sendiri selama dua tahun belakangan ini. Karena mungkin sudah takdir mereka yang harus memiliki anak, Umayma dipertemukan dengan bayi kecil yang berada di dekat tong sampah yang tak jauh dari gerbang rumahnya. "Kak Ilker?!" teriakan dari Umayma mampu membuat Ilker yang sibuk dengan smartphone yang ada di tangannya, langsung berlari ke arah istri kecilnya itu. "Kenap-"belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Ilker lebih dulu menarik selembar kertas yang berada di bawah kaki bayi yang kini berada dalam gendongan Umayma. "Ibu kandungnya meninggal setelah melahirkan, sedangkan ayahnya sudah kembali ke negara asalnya," jelasnya "Kita angkat aja yah, kak?" Mendengar permintaan istrinya membuat Ilker yang tadinya ingin menyarankan untuk membawa bayi itu ke panti asuhan, lantas ia urungkan, "Kasian kak," Umayma yang melihat sang suami hanya berdiam diri, langsung menampilkan wajah memelasnya hingga Ilker tidak punya pilihan lain selain mengangguk. Ini kisah mereka. Seorang pria yang tidak menyukai anak kecil, dan seorang wanita muda yang tidak memiliki pengalaman untuk merawat bayi. Akankah mereka bisa menjadi orang tua yang baik? Start:02-06-2021

More details
WpActionLinkContent Guidelines