Baihaqqi: Guru Honorer

Baihaqqi: Guru Honorer

  • WpView
    Reads 102
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 9, 2022
Pak Baihaqqi seorang guru honorer di SMA 13 Harapan. Dirinya sudah mengajar hampir 15 tahun tetapi tidak masuk ke dalam honorer Kategori 2 (K2). Di tahun 2022 ini pula, ia tidak termasuk ke dalam daftar yang bisa mengikuti seleksi Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CPPPK). Di sekolah, Pak Baihaqqi bekerja sebagai pesuruh. Bu Nurma, Bu Rosmala, Pak Adam, guru-guru lain, dan sampai Pak Kepala menyuruh dirinya mengerjakan tugas yang bukan tanggung jawab. Ia dituntut untuk profesional layaknya pegawai negeri tetapi tidak mendapatkan bayaran yang setimpal. Bu Nurma adalah Waka. Kurikulum yang seluruh pekerjaannya dikerjakan oleh Pak Baihaqqi. Bu Nurma dengan bangga diri memamerkan pekerjaan tepat waktu kepada Pak Kepala, sedangkan dirinya tidak pernah memedulikan tanda X di buku piket masuk kelas atas nama Pak Baihaqqi. Anak-anak sering merundung Pak Baihaqqi, misalnya. "Pak, kenapa belum kawin?" "Pak, jangan banyak protes kalau cuma guru honorer!" "Pak, kalau tinggi jangan serumput, lihat kami setiang listrik!" Pak Baihaqqi tetap sabar. Ia masih punya teman mengadu keluh kesah, Muhammad Iqbal yang setia membantu materi dan moril. Sabda Ahmad yang menjadi kawan dalam duka meskipun sering mencurahkan isi hati terlambat dibayar sertifikasi. ***
All Rights Reserved
#492
noveldewasa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menjemput Tulang Rusuk
  • 99 Days with Pak Dosen [END]
  • Sailing With You [END]
  • LYVARU
  • Dari Tetangga Jadi Rumah Tangga (HIATUS)
  • CHAPTER HIDUP 2: IDEALISM WITH LOVE (Faye Yoko)
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
  • SMK Garuda [TAMAT!]

Althaf sedang sangat bingung mencari tulang rusuknya, alias penyempurna iman, kalau kata lumrahnya, jodoh. Apalagi teman-teman sebaya sudah mulai naik pelaminan. Mama dan keluarga juga sudah mendesak dengan pertanyaan, "Kapan nikah?" Dikira nyari jodoh semudah nyari tukang nasi goreng yang suka keliling komplek apa? Lalu apa jodohnya adalah rekan kerjanya yang cantik, baik dan punya senyum ramah yang menawan atau sang mantan yang kembali pulang? Atau jangan-jangan jodoh Althaf yang sebenarnya adalah dia si teman sekelas saat SMA yang terkenal dingin dan kaku itu. "Ayolah bahkan selama ini kami hanya berbalas pesan dua kali setahun, saat lebaran idul fitri dan lebaran idul adha, itu pun di grup WA kelas, kami berjodoh itu hampir dibilang ga mungkin."- Althaf

More details
WpActionLinkContent Guidelines