Pelangi Senja

Pelangi Senja

  • WpView
    Reads 122
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 5, 2022
Blurb Saat perpisahan di depan mata, semua hal tersembunyi mulai menyeruak ke permukaan. Aroma tak sedap membingkai kebusukan yang tertutup senyum manis, menyadarkan diri yang terbuai kata-kata manis. Dunia tak seindah bayangan yang tertinggal di masa lalu. Percayakah akan ada kebahagiaan setelah terjangan badai yang menggoyahkan jiwa raga?
All Rights Reserved
#5
samuderaprinting
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Saat Cinta Tak Terucap
  • Alkara ( Terbit)
  • SEMESTA TAK MERESTUI
  • alxendric and his wounds
  • Penantian(Way Back Home)
  • Love My Twins | END
  • Lengah Dikit Oversharing sama Kang Cilok (JOONGDUNK)
  • Payback's Sweet
  • IDYLLIC
  • MUSUHKU ADALAH SUAMIKU

Aira, seorang mahasiswi seni yang introvert, merasa nyaman dengan dunianya yang sunyi. Di balik ketenangannya, ada luka lama yang masih mengganggu hatinya-rasa takut untuk jatuh cinta lagi setelah perpisahan traumatis dengan ayahnya. Ia memilih untuk hidup tanpa melibatkan perasaan, menjalani hari-harinya dengan rutinitas yang aman dan terkontrol. Namun, semuanya berubah saat ia bertemu dengan Raka, seorang mahasiswa film yang baru pindah ke kampusnya. Raka yang ceria dan penuh perhatian membuat Aira merasa tak nyaman, tetapi perlahan ia mulai melihat sisi lain dari diri Raka yang membuatnya merasa dihargai dan dipahami. Meskipun demikian, Aira masih diliputi ketakutan akan hubungan yang lebih dalam. Seiring berjalannya waktu, perasaan antara mereka semakin berkembang, tapi Aira berusaha keras untuk menghindarinya. Dia takut jika dirinya membuka hati, luka lama itu akan terbuka kembali. Raka, yang jatuh cinta pada Aira, tidak ingin menyerah begitu saja. Dia tahu ada lebih banyak di dalam diri Aira, dan dia bersedia menunggu. Akankah Aira mampu menghadapi ketakutannya dan menerima cinta yang datang dengan perlahan? Ataukah ia akan terus membiarkan cinta yang indah itu hanya menjadi sesuatu yang tak terucap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines