30 DETIK
  • WpView
    Reads 709
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 17, 2022
Jalanan Ibukota malam ini ramai, Ersya gelisah ia harus sampai Rumah Sakit segera tapi ingin menuju halte seberang kendaraan terus melintas. Ersya memejamkan mata, perlahan air matanya jatuh ia mendongak pikirannya begitu kacau. Drrttt...dddrrrttt...drttt... Ponselnya bergetar, Ersya menggeser icon hijau itu dengan buru-buru. Air matanya tak berhenti mengalir, perasaannya kacau ia begitu takut. "Sya!!.." seseorang diseberang sana memanggil Ersya. Ponsel Ersya terjatuh, semua terasa hancur dunia serasa begitu kejam padanya. Ersya ingin pergi, menemui mereka. Ersya melangkah menyeberang jalan tanpa melihat kanan kiri, sebuat truk kontainer yang melaju cepat mendekati tubuh mungil Ersya. "Tiiiinnnnm.....tiiiinnnn....." "Awwwaaaassssss!!..." teriak orang-orang disekitar. Ersya menoleh, menatap Truk itu. Truk itu menghantam tubuh mungilnya, membuat gadis itu terpental. Tubuh itu menghantam Aspal, darah mulai mengalir membasahi jalanan. Mata sayunya perlahan tertutup, senyum tipis terlihat samar. "Selamat tinggal Ezra, kamu harus bahagia."
All Rights Reserved
#30
cowodingin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Complete (END)
  • Vericha Aflyn ✔️
  • Arsyilazka
  • Let Me Love You Longer
  • GHAVARI
  • Ketos Milik Aqila
  • Argithan √
  • ARKAN |END| Belum Revisi
  • Because ILY [Completed]

"Ya, kau tidak punya mata? Lihat, buku ku jadi kotor!" Sosok yang sedang membersihkan seragamnya tersentak kaget mendengar pekikan tersebut. Matanya berkedip tidak percaya. Heol, jelas-jelas dia yang korban disini. Mengapa jadi dia yang di salahkan? Memberanikan diri, dengan perlahan dia menatap gadis bertopi di hadapannya itu. Seketika gadis berseragam sekolah itu menelan salivanya susah payah mendapati tatapan tajam di balik kacamata hitam tersebut, seakan siap menerkamnya saat ini juga. "J-jongsahamnida. Nde, aku yang salah," Yeri membungkuk dalam. Hanya cara ini yang terpikirkan olehnya. Yap. Gadis itu adalah Yeri baru saja pulang sekolah. Dia memutuskan untuk membeli minuman susu di tempat favoritnya sebelum pulang ke rumah. Tapi malah berakhir seperti ini. Joohyun menggeram kesal sambil melepas kacamatanya, mencoba menahan amarahnya yang siap meledak. "Aish, bisa-bisanya kau membuat ku kesal seperti ini," Hari pertamanya di kota kelahirannya saja sudah di sambut dengan hal seperti ini. Bagaimana kedepannya nanti?

More details
WpActionLinkContent Guidelines