Takdir masa depan benar-benar tidak bisa direncanakan sesuai apa yang kita inginkan. Awalnya semua berjalan dengan sangat baik didampingi oleh keluarga yang harmonis, tak ada pemikiran buruk tentang masa depan. Yang aku tau, ibu selalu bilang kalau masa depan aku akan indah dan bahagia nantinya. Ibu pendongeng yang baik, tak ada rasa takut ataupun khawatir karena aku percaya sama ibu saat itu.
Tapi masa depan berbalik arah dari masa lalu yang begitu indah. Aku Freya, anak perempuan yang ditakutin semua anak lainnya karena kasar dan dingin. Dibalik kasarnya dan kerasnya hatiku, untuk pertama kalinya kedua orang tuaku berkhianat dan berhasil nusuk hatiku yang keras ini. Rasa sakit dan kecewa yang membuatku larut dalam kesedihan, mengubahku menjadi perempuan yang agak cengeng dan semakin kasar.
Setelah itu satu persatu aku alami, mulai dari perceraian orang tua, pengkhianatan dari sahabat, balasan karma dan sampai dimana aku mulai jatuh cinta dengan seseorang yang aku percaya bisa mengubah pandanganku soal pengkhianatan tapi malah bertepuk sebelah tangan. Semua berubah menjadi keputus asa an yang membuatku depresi hampir bunuh diri, namun semua hanya fase yang ingin mendewasakan.
Ah, kayaknya aku terlalu percaya sama ucapan ibu..?
Hanya Aira Aletta yang mampu menghadapi keras kepala, keegoisan dan kegalakkan Mahesa Cassius Mogens.
"Enak banget kayanya sampai gak mau bagi ke gue, rotinya yang enak banget atau emang gara - gara dari orang special?" Mahes bertanya sambil menatap tepat pada mata Aira.
"Eh.. Tuan mau?" Aira mengerjapkan matanya.
"Mau, gue mau semuanya!" Mahes merebut bungkusan roti yang masih berisi banyak, kemudian langsung membawanya pergi. Aira reflek mengejar Mahes.
"Tuan kok dibawa semua? Aira kan baru makan sedikit," Aira menatap Mahes dengan raut memelas.
"Mulai perhitungan ya lo sekarang sama gue."
"Enggak kok, tapi kan rotinya enak, Aira masih mau lagi," Aira berkata dengan takut-takut.
"Ga boleh!" Mahes langsung melangkahkan kakinya ke arah tangga menuju kamarnya. Aira langsung cemberut menatap punggung Mahes yang mulai jauh.
Cerita dengan konflik ringan